Wae Rebo Tutup 2–3 Oktober 2026 karena Pesta Kenduri Adat
Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menutup kunjungan wisatawan pada 2–3 Oktober 2026. Penutupan sementara dilakukan untuk memberi ruang bagi masyarakat adat menggelar pesta kenduri di rumah adat.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tidak menerima kunjungan wisatawan pada 2–3 Oktober 2026 karena pelaksanaan upacara adat pesta kenduri di rumah adat setempat.
Informasi penutupan disampaikan pekerja pariwisata di Wae Rebo, Obhy Dermawan, sebagaimana diberitakan detikBali pada Rabu, 2 September 2026. Menurut Obhy, kegiatan yang digelar merupakan acara keluarga adat Wae Rebo sehingga kawasan wisata ditutup sementara bagi wisatawan.
Pesta kenduri yang akan dilaksanakan di Wae Rebo merupakan salah satu tradisi adat Manggarai yang berkaitan dengan penghormatan terhadap orang yang telah meninggal. Upacara berlangsung di rumah adat Wae Rebo yang selama ini digunakan untuk menyambut tamu dan wisatawan yang datang ke desa tersebut.
Penutupan Sementara untuk Upacara Adat
Penutupan kunjungan wisata pada 2–3 Oktober 2026 dilakukan untuk memberi ruang bagi masyarakat adat menggelar rangkaian upacara tanpa gangguan aktivitas wisata. Menurut pemberitaan detikBali, seluruh kegiatan kunjungan wisatawan ke desa pada tanggal tersebut dihentikan sementara.
Sejumlah laporan sebelumnya menunjukkan bahwa pengelolaan kunjungan ke Wae Rebo kerap disesuaikan dengan agenda adat maupun kondisi keselamatan di jalur menuju kampung adat. Media lokal di Flores mencatat penutupan sementara Wae Rebo pada Juli dan Agustus 2026 karena cuaca buruk dan gempa, dengan keputusan disampaikan oleh Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo dan didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai.
Dalam pengumuman terdahulu, pengelola Wae Rebo menyampaikan bahwa penutupan sementara menjadi salah satu cara menjaga keselamatan pengunjung serta menghormati praktik budaya masyarakat adat.
Imbauan bagi Wisatawan dan Pelaku Wisata
Wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Wae Rebo pada 2–3 Oktober 2026 diimbau menyesuaikan rencana perjalanan dan tidak memaksakan kunjungan selama penutupan berlangsung. Penyelenggara tur dan operator perjalanan perlu memeriksa ulang jadwal dan menyampaikan perubahan akses kepada pelanggan.
Calon pengunjung disarankan mengonfirmasi informasi terbaru kepada pengelola desa wisata atau lembaga terkait sebelum berangkat, mengingat praktik penutupan sementara sebelumnya juga dilakukan mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Profil Singkat Wae Rebo
Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Flores bagian barat. Kampung adat ini berada di wilayah perbukitan dan dikenal karena pemandangan alam serta budaya masyarakatnya.
Ikon Wae Rebo adalah deretan rumah adat berbentuk kerucut yang dikenal sebagai Mbaru Niang. Permukiman tradisional ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang untuk menikmati lanskap pegunungan sekaligus kehidupan masyarakat adat.
Penutupan kunjungan wisata pada 2–3 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa aktivitas pariwisata di Wae Rebo tetap mengikuti agenda adat dan keputusan lembaga pengelola, dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat serta kenyamanan wisatawan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kota Labuan Bajo
Labuan Bajo dimana? Ini letak administratif dan geografisnya
Labuan Bajo berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, di ujung barat Pulau Flores.
Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Berita utama hari ini

Baca juga


