Kabar Labuan Bajo

Selasa, 22 September 2026

Wae Rebo Tutup 2–3 Oktober 2026 karena Pesta Kenduri Adat

Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menutup kunjungan wisatawan pada 2–3 Oktober 2026. Penutupan sementara dilakukan untuk memberi ruang bagi masyarakat adat menggelar pesta kenduri di rumah adat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Wae Rebo, Flores.
Foto arsip: Wae Rebo, Flores. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tidak menerima kunjungan wisatawan pada 2–3 Oktober 2026 karena pelaksanaan upacara adat pesta kenduri di rumah adat setempat.

Informasi penutupan disampaikan pekerja pariwisata di Wae Rebo, Obhy Dermawan, sebagaimana diberitakan detikBali pada Rabu, 2 September 2026. Menurut Obhy, kegiatan yang digelar merupakan acara keluarga adat Wae Rebo sehingga kawasan wisata ditutup sementara bagi wisatawan.

Pesta kenduri yang akan dilaksanakan di Wae Rebo merupakan salah satu tradisi adat Manggarai yang berkaitan dengan penghormatan terhadap orang yang telah meninggal. Upacara berlangsung di rumah adat Wae Rebo yang selama ini digunakan untuk menyambut tamu dan wisatawan yang datang ke desa tersebut.

Penutupan Sementara untuk Upacara Adat

Penutupan kunjungan wisata pada 2–3 Oktober 2026 dilakukan untuk memberi ruang bagi masyarakat adat menggelar rangkaian upacara tanpa gangguan aktivitas wisata. Menurut pemberitaan detikBali, seluruh kegiatan kunjungan wisatawan ke desa pada tanggal tersebut dihentikan sementara.

Sejumlah laporan sebelumnya menunjukkan bahwa pengelolaan kunjungan ke Wae Rebo kerap disesuaikan dengan agenda adat maupun kondisi keselamatan di jalur menuju kampung adat. Media lokal di Flores mencatat penutupan sementara Wae Rebo pada Juli dan Agustus 2026 karena cuaca buruk dan gempa, dengan keputusan disampaikan oleh Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo dan didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai.

Dalam pengumuman terdahulu, pengelola Wae Rebo menyampaikan bahwa penutupan sementara menjadi salah satu cara menjaga keselamatan pengunjung serta menghormati praktik budaya masyarakat adat.

Imbauan bagi Wisatawan dan Pelaku Wisata

Wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Wae Rebo pada 2–3 Oktober 2026 diimbau menyesuaikan rencana perjalanan dan tidak memaksakan kunjungan selama penutupan berlangsung. Penyelenggara tur dan operator perjalanan perlu memeriksa ulang jadwal dan menyampaikan perubahan akses kepada pelanggan.

Calon pengunjung disarankan mengonfirmasi informasi terbaru kepada pengelola desa wisata atau lembaga terkait sebelum berangkat, mengingat praktik penutupan sementara sebelumnya juga dilakukan mengikuti perkembangan situasi di lapangan.

Profil Singkat Wae Rebo

Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Flores bagian barat. Kampung adat ini berada di wilayah perbukitan dan dikenal karena pemandangan alam serta budaya masyarakatnya.

Ikon Wae Rebo adalah deretan rumah adat berbentuk kerucut yang dikenal sebagai Mbaru Niang. Permukiman tradisional ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang untuk menikmati lanskap pegunungan sekaligus kehidupan masyarakat adat.

Penutupan kunjungan wisata pada 2–3 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa aktivitas pariwisata di Wae Rebo tetap mengikuti agenda adat dan keputusan lembaga pengelola, dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat serta kenyamanan wisatawan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.