Kabar Labuan Bajo

Jumat, 6 November 2026

Sekda Sikka Tekankan Kaji Cepat Penanganan Gempa Flores

Sekda Sikka Margaretha Movaldes da Maga Bapa menekankan kaji cepat dan koordinasi lintas sektor saat pemaparan manajemen gempa Flores di Maumere pada 4 November 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah walkie-talkie hitam tergeletak di atas permukaan meja kayu berpelitur.
Ilustrasi: Sebuah walkie-talkie hitam tergeletak di atas permukaan meja kayu berpelitur. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Maumere — Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, menekankan kaji cepat, koordinasi lintas sektor, dan kesiapan sumber daya dalam penanganan bencana gempa bumi Flores. Penekanan itu disampaikan saat pemaparan manajemen penanggulangan gempa bumi Flores di Hotel Pelita Maumere, Rabu, 4 November 2026.

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari seminar dan pelatihan respons bencana Flores yang diselenggarakan SOS Children's Villages Indonesia pada 4–5 November 2026. Dalam materi penanganan darurat, kaji cepat ditempatkan sebagai dasar pengambilan keputusan setelah laporan kejadian diverifikasi.

Kaji cepat diperlukan untuk memastikan kebenaran laporan, mengetahui jumlah korban, mengidentifikasi tingkat kerusakan, memetakan kebutuhan masyarakat, dan menilai kemampuan wilayah menghadapi bencana. Tahap berikutnya mencakup aktivasi sistem komando, pencarian dan pertolongan, evakuasi, serta pelayanan kesehatan.

Koordinasi Sikka menentukan kecepatan respons di lapangan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka disebut sebagai unsur utama yang menyatukan informasi dan mengoordinasikan instansi lintas sektor. Bupati berperan dalam pengambilan keputusan, penetapan kebijakan daerah, mobilisasi sumber daya, dan keberlanjutan pelayanan publik selama keadaan darurat.

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah Flores, pola ini berkaitan langsung dengan jalur koordinasi penanganan bencana antardaerah. BNPB sebelumnya menyebut adanya Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere untuk menjangkau wilayah Flores bagian barat dan timur.

Unsur pendukung yang disebut dalam penanganan bencana meliputi TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia, organisasi kemanusiaan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat. Seluruh unsur bekerja melalui posko dengan bidang operasi, perencanaan, logistik, serta administrasi dan keuangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.