Riset Catat 13 Ton Sisa Pangan per Hari di Labuan Bajo
Koordinasi GERBANG pada 3 November 2026 mengangkat kembali temuan riset tentang sekitar 13 ton sisa pangan per hari di Labuan Bajo. Hotel menyumbang sekitar 1,3 ton.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Koordinasi pelaksanaan Gerakan Berbagi Pangan (GERBANG) pada 3 November 2026 membawa kembali temuan Riset Baseline Sisa Pangan Labuan Bajo 2024: sekitar 13 ton makanan menjadi sisa pangan setiap hari di Labuan Bajo. Sekitar 1,3 ton di antaranya berasal dari hotel.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama MSF berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mengawali pelaksanaan GERBANG. Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, menyebut penelitian WRI Indonesia melalui program Urban Futures sebagai salah satu pendorong lahirnya konsep tersebut.
Riset itu juga mencatat sektor hotel, restoran, kafe, dan kapal, yang disebut HoReCa, menyumbang 58,9% dari total sisa makanan di Labuan Bajo. Ayip Abdullah dari Koalisi Pangan Bernas memaparkan angka tersebut dalam koordinasi bersama pihak hotel.
Sisa pangan hotel berpotensi menjangkau warga Manggarai Barat
Angka riset ini penting bagi pembaca di Labuan Bajo karena menunjukkan sumber sisa pangan yang dekat dengan aktivitas pariwisata dan usaha makanan. Pangan berlebih dari hotel masih berpotensi diselamatkan sebelum menjadi sampah, lalu didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Manggarai Barat.
Perwakilan hotel menyambut positif rencana GERBANG, tetapi menjelaskan bahwa makanan berlebih tidak selalu tersedia setiap hari. Produksi makanan disesuaikan dengan tingkat hunian dan kebutuhan kegiatan di hotel. Karena itu, pelaksanaan gerakan perlu mengikuti ketersediaan pangan berlebih di masing-masing usaha.
GERBANG merupakan Gerakan Berbagi Pangan yang melibatkan Koalisi Pangan Bernas. Koordinasi 3 November 2026 menjadi bagian awal pelaksanaan bersama pihak hotel. Laporan pemerintah kabupaten dan Radio Republik Indonesia sama-sama memuat angka riset serta konteks koordinasi tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Data Mabar

Berita utama hari ini

Baca juga




