Kabar Labuan Bajo

Jumat, 6 November 2026

Riset Catat 13 Ton Sisa Pangan per Hari di Labuan Bajo

Koordinasi GERBANG pada 3 November 2026 mengangkat kembali temuan riset tentang sekitar 13 ton sisa pangan per hari di Labuan Bajo. Hotel menyumbang sekitar 1,3 ton.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang sedang menyantap makanan menyisakan potongan roti dan sosis di piring.
Ilustrasi: Seseorang sedang menyantap makanan menyisakan potongan roti dan sosis di piring. · Foto: Sergey Meshkov / Pexels

Labuan Bajo — Koordinasi pelaksanaan Gerakan Berbagi Pangan (GERBANG) pada 3 November 2026 membawa kembali temuan Riset Baseline Sisa Pangan Labuan Bajo 2024: sekitar 13 ton makanan menjadi sisa pangan setiap hari di Labuan Bajo. Sekitar 1,3 ton di antaranya berasal dari hotel.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama MSF berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mengawali pelaksanaan GERBANG. Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, menyebut penelitian WRI Indonesia melalui program Urban Futures sebagai salah satu pendorong lahirnya konsep tersebut.

Riset itu juga mencatat sektor hotel, restoran, kafe, dan kapal, yang disebut HoReCa, menyumbang 58,9% dari total sisa makanan di Labuan Bajo. Ayip Abdullah dari Koalisi Pangan Bernas memaparkan angka tersebut dalam koordinasi bersama pihak hotel.

Sisa pangan hotel berpotensi menjangkau warga Manggarai Barat

Angka riset ini penting bagi pembaca di Labuan Bajo karena menunjukkan sumber sisa pangan yang dekat dengan aktivitas pariwisata dan usaha makanan. Pangan berlebih dari hotel masih berpotensi diselamatkan sebelum menjadi sampah, lalu didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Manggarai Barat.

Perwakilan hotel menyambut positif rencana GERBANG, tetapi menjelaskan bahwa makanan berlebih tidak selalu tersedia setiap hari. Produksi makanan disesuaikan dengan tingkat hunian dan kebutuhan kegiatan di hotel. Karena itu, pelaksanaan gerakan perlu mengikuti ketersediaan pangan berlebih di masing-masing usaha.

GERBANG merupakan Gerakan Berbagi Pangan yang melibatkan Koalisi Pangan Bernas. Koordinasi 3 November 2026 menjadi bagian awal pelaksanaan bersama pihak hotel. Laporan pemerintah kabupaten dan Radio Republik Indonesia sama-sama memuat angka riset serta konteks koordinasi tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.