Sumba Timur Catat 41.524 Kunjungan Wisatawan pada 2025
Pemkab Sumba Timur mencatat 41.524 kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Disparbud menyebut mayoritas datang dari nusantara, sementara pemerintah daerah mendorong pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mencatat 41.524 kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Jumlah itu terdiri atas 36.242 wisatawan nusantara dan 5.282 wisatawan mancanegara, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur Marolop Simanjuntak.
Data yang dikutip sejumlah media menunjukkan rata-rata lama tinggal wisatawan mencapai tiga malam. Di sisi komposisi, wisatawan nusantara masih menjadi pasar terbesar dengan porsi sekitar 87 persen, sementara wisatawan mancanegara sekitar 13 persen.
Marolop menyebut destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Pantai Walakiri, Bukit Tanarara, dan Air Terjun Tanggedu. Ia juga mengatakan pemerintah daerah ingin menjaga keaslian destinasi dan mengarahkan pengembangan pariwisata ke model berbasis masyarakat.
Tren kunjungan lima tahun
Data Disparbud Sumba Timur memperlihatkan kunjungan wisatawan berfluktuasi dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 jumlahnya 16.539 orang, naik menjadi 46.298 orang pada 2022, lalu turun menjadi 38.854 orang pada 2023.
Setelah itu, kunjungan kembali naik menjadi 41.812 orang pada 2024 sebelum turun tipis menjadi 41.524 orang pada 2025. Selisih 2025 terhadap 2024 hanya 288 kunjungan.
Dalam keterangan yang sama, Marolop menekankan pentingnya kolaborasi untuk melibatkan masyarakat kreatif, masyarakat adat, dan warga umum. Pemerintah daerah, kata dia, juga ingin memastikan pariwisata tetap aman bagi wisatawan dan memperhatikan daya dukung lingkungan.
Pemkab Sumba Timur turut mengantisipasi dampak negatif pariwisata, termasuk persoalan sampah, narkotika, prostitusi, dan perdagangan orang. Untuk itu, pemerintah mendorong kerja sama lintas instansi, sektor swasta, dan lembaga nonpemerintah.
Pengembangan ini diarahkan agar pertumbuhan wisata tidak bergeser menjadi pariwisata massal sebelum kesiapan masyarakat merata. Pemerintah daerah lebih menekankan peningkatan kualitas pengalaman wisatawan dan keberlanjutan destinasi.
Selain Pantai Walakiri, Bukit Tanarara, dan Air Terjun Tanggedu, Sumba Timur memiliki sejumlah daya tarik alam lain yang menjadi penopang kunjungan. Namun rincian kontribusi tiap destinasi terhadap total kunjungan 2025 tidak dipaparkan dalam data yang dirujuk.
Dengan capaian tersebut, Sumba Timur mempertahankan angka kunjungan di atas 41 ribu orang selama dua tahun berturut-turut. Pemerintah daerah menempatkan penguatan sumber daya manusia dan partisipasi warga sebagai dasar untuk menjaga tren itu tetap stabil.
Sumber
Berita berikutnya
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Naik Lebih dari 2 Meter di NTT
BMKG mengingatkan nelayan dan pelaku wisata bahari di Manggarai Barat untuk mewaspadai awan cumulonimbus yang dapat memicu angin kencang, hujan lebat,…
Baca juga


