Festival Lamaholot 2026 Resmi Digelar, Masuk KEN dan Angkat UMKM
Festival Lamaholot 2026 resmi digelar pada 1–4 Juli di Lembata, Nusa Tenggara Timur, dan masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Festival Lamaholot 2026 resmi digelar di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada 1–4 Juli 2026 dan tercatat sebagai salah satu agenda unggulan dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pelaksanaan festival budaya ini terpusat di kawasan Pantai Wulen Luo, Lewoleba, dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas adat, pelaku ekonomi kreatif, pelaku usaha pariwisata, dan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk mancanegara, menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI) dan siaran DPD ASITA Nusa Tenggara Timur.
Menurut DPD ASITA NTT, Festival Lamaholot 2026 merupakan salah satu event unggulan yang masuk katalog KEN 2026 dan menjadi contoh pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat. Situs resmi pariwisata Indonesia mencatat jadwal pelaksanaan festival pada 1–4 Juli 2026 di Kabupaten Lembata dengan tiket gratis.
Masuk KEN 2026 dan posisi bagi NTT
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan 125 event dari 38 provinsi sebagai bagian Karisma Event Nusantara 2026. Dalam daftar tersebut, Nusa Tenggara Timur diwakili tiga event: Festival Golo Koe “Maria Assumpta Nusantara” di Manggarai Barat, Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari di Manggarai, dan Festival Lamaholot di Lembata.
RRI mencatat Festival Lamaholot telah masuk program KEN sejak 2024 sehingga edisi 2026 menjadi tahun ketiga berturut-turut festival ini berada dalam kalender nasional promosi event pariwisata. Pengakuan tersebut ditegaskan kembali dalam pemberitaan media lokal Lembata yang menyoroti penyerahan piagam KEN 2026 untuk Festival Lamaholot.
Rangkaian kegiatan dan fokus budaya
Indonesia.travel menggambarkan Festival Lamaholot sebagai perayaan kekayaan budaya komunitas adat Lamaholot yang tersebar di Flores Timur, Adonara, Solor, Lembata, dan Alor. Festival menampilkan tenun tradisional dan modern dari sejumlah kabupaten, workshop pewarna alam, serta berbagai produk ekonomi kreatif.
RRI menyebut selama 1–4 Juli 2026, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan tari dan musik tradisional, pameran produk UMKM, promosi destinasi wisata, serta kuliner khas dari Lembata, Flores Timur, Alor, dan sekitarnya. Media lokal di Lembata menambahkan bahwa kawasan Pantai Wulen Luo dipadati pameran tenun dan pertunjukan seni budaya yang berlangsung dari pagi hingga malam hari.
DPD ASITA NTT menekankan bahwa agenda festival juga mencakup kunjungan ke desa-desa wisata, interaksi dengan komunitas Lamaholot, dan pengalaman kuliner lokal sebagai bagian dari promosi pariwisata berbasis komunitas. Situs resmi pariwisata Indonesia menyebut festival ini dirancang untuk mendukung ekonomi lokal, memperkuat kolaborasi antarkabupaten, dan mengembangkan desa wisata berkelanjutan.
Peran UMKM dan dampak ekonomi
Dalam penutupan Festival Lamaholot 2026 di Pantai Wulen Luo pada 4 Juli 2026, pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan harapan bahwa festival yang telah tiga tahun berturut-turut masuk KEN dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Rangkaian kegiatan melibatkan pelaku UMKM, pengrajin, penenun, dan pelaku pariwisata lokal.
RRI melaporkan bahwa festival ini menjadi wadah pemasaran produk UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus sarana promosi destinasi wisata di Lembata dan wilayah Lamaholot. DPD ASITA NTT menggarisbawahi bahwa aktivitas seperti demonstrasi tenun, kunjungan ke kampung adat, dan pengalaman kuliner lokal memberi peluang pendapatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya.
Pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan asosiasi industri menilai keberadaan Festival Lamaholot dalam kalender KEN memberi dukungan promosi nasional bagi Lembata dan kawasan Lamaholot, sekaligus menempatkan NTT sebagai salah satu daerah dengan event budaya unggulan di tingkat nasional.
Sumber
- RRI Ende - "Festival Lamaholot 2026 Ditutup, Pariwisata Diharapkan Dongkrak Ekonomi"
- DPD ASITA NTT - "Lamaholot Festival Strengthens Community-Based Sustainable Tourism in East Nusa Tenggara"
- Indonesia.travel (ID) - "Festival Lamaholot 2026"
- Labuan Bajo Today - "Tiga Event NTT Masuk 125 KEN 2026, Festival Golo Koe Kembali Raih Top 10 Nasional"
- Aksara News - "Merajut Kebersamaan Wisatawan dan Masyarakat Lembata Dalam Festival Lamaholot"
- Swara Lomblen - "Gemuruh Buri Buka Festival Lamaholot 2026, Lembata Gaungkan Persatuan untuk Indonesia dan Dunia"
- Sumbar Now - "Daftar Lengkap 125 Karisma Event Nusantara 2026 di 38 Provinsi Indonesia"
- Good News From Indonesia - "Inilah Jadwal dan Daftar Lengkap 125 Event Daerah di Katalog KEN 2026"
Berita berikutnya

BTNK Terapkan Kuota Berbasis Daya Dukung di TN Komodo
Balai Taman Nasional Komodo menerapkan sistem kuota kunjungan berbasis daya dukung dengan batas tahunan 365.000 wisatawan yang dialokasikan rata-rata…
Baca juga



