Kabar Labuan Bajo

Selasa, 13 Oktober 2026

Pemkab Manggarai Barat Gelar Pelatihan Musik Bambu di Labuan Bajo

Pemkab Manggarai Barat menggelar pelatihan musik bambu bagi siswa SMA se-kabupaten di Hotel Prundi, Labuan Bajo, pada 10 Oktober 2026. Cakatinding didorong menjadi atraksi budaya.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Alat musik tiup dari bilah-bilah bambu tersandar di atas daun hijau lebar.
Ilustrasi: Alat musik tiup dari bilah-bilah bambu tersandar di atas daun hijau lebar. · Foto: Cheap Gear Photography / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan menggelar Pelatihan Seni Musik Tradisional Bambu tingkat SMA se-Kabupaten Manggarai Barat di Hotel Prundi, Labuan Bajo, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali identitas budaya lokal sekaligus mendukung industri pariwisata Labuan Bajo. Perwakilan siswa SMA mengikuti pembinaan musik bambu yang diarahkan untuk memperkuat pelestarian budaya di kalangan generasi muda.

Musik yang diperkenalkan mencakup Cakatinding, yang juga disebut Mbetung atau Tinding. Peserta dibekali pengetahuan tentang pembuatan alat musik tersebut, termasuk pemilihan bambu Pering tua, waktu pemotongan pada fase bulan mati, dan penyetelan nada pentatonik khas Manggarai: do, re, mi, sol, la.

Musik bambu membuka ruang budaya di Labuan Bajo

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, pelatihan ini penting karena menempatkan budaya lokal sebagai bagian dari pengalaman pariwisata. Musik bambu dinilai dapat tampil di ruang publik dan kawasan destinasi wisata, sekaligus memperkaya atraksi autentik bagi pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Peter Antonius Rasyd, mendorong sekolah dan guru memikirkan pembentukan sanggar budaya di sekolah masing-masing. Musik bambu diharapkan menjadi salah satu pentas utama dalam kegiatan tersebut.

Pelatihan ini juga diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif dan membantu menghidupkan perekonomian masyarakat lokal. Pemerintah daerah menargetkan Cakatinding dapat rutin mengisi ruang publik dan kawasan destinasi wisata.

Tindak lanjut kegiatan diharapkan dilakukan oleh guru dan siswa melalui upaya berkelanjutan untuk melestarikan musik tradisional bambu sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik pariwisata Manggarai Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.