Pemkab Manggarai Barat Gelar Pelatihan Musik Bambu di Labuan Bajo
Pemkab Manggarai Barat menggelar pelatihan musik bambu bagi siswa SMA se-kabupaten di Hotel Prundi, Labuan Bajo, pada 10 Oktober 2026. Cakatinding didorong menjadi atraksi budaya.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan menggelar Pelatihan Seni Musik Tradisional Bambu tingkat SMA se-Kabupaten Manggarai Barat di Hotel Prundi, Labuan Bajo, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali identitas budaya lokal sekaligus mendukung industri pariwisata Labuan Bajo. Perwakilan siswa SMA mengikuti pembinaan musik bambu yang diarahkan untuk memperkuat pelestarian budaya di kalangan generasi muda.
Musik yang diperkenalkan mencakup Cakatinding, yang juga disebut Mbetung atau Tinding. Peserta dibekali pengetahuan tentang pembuatan alat musik tersebut, termasuk pemilihan bambu Pering tua, waktu pemotongan pada fase bulan mati, dan penyetelan nada pentatonik khas Manggarai: do, re, mi, sol, la.
Musik bambu membuka ruang budaya di Labuan Bajo
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, pelatihan ini penting karena menempatkan budaya lokal sebagai bagian dari pengalaman pariwisata. Musik bambu dinilai dapat tampil di ruang publik dan kawasan destinasi wisata, sekaligus memperkaya atraksi autentik bagi pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Peter Antonius Rasyd, mendorong sekolah dan guru memikirkan pembentukan sanggar budaya di sekolah masing-masing. Musik bambu diharapkan menjadi salah satu pentas utama dalam kegiatan tersebut.
Pelatihan ini juga diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif dan membantu menghidupkan perekonomian masyarakat lokal. Pemerintah daerah menargetkan Cakatinding dapat rutin mengisi ruang publik dan kawasan destinasi wisata.
Tindak lanjut kegiatan diharapkan dilakukan oleh guru dan siswa melalui upaya berkelanjutan untuk melestarikan musik tradisional bambu sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik pariwisata Manggarai Barat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Mengapa Data Kunjungan Wisatawan Labuan Bajo Perlu Dibaca Bersama PDRB?
Jumlah kunjungan wisatawan memberi gambaran arus ke Manggarai Barat, tetapi tidak otomatis mengukur dampak ekonomi. Kuncinya terletak pada periode, je…
Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Berita utama hari ini

Baca juga





