Relawan Medis Ingatkan Risiko ISPA di Pengungsian Ende
Relawan medis menyebut ISPA sebagai keluhan terbanyak di pengungsian Ende pada 21 Oktober 2026. Debu musim kemarau dan kepadatan tenda disebut memperbesar risikonya.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Ende — Relawan medis pada 21 Oktober 2026 menyebut infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai keluhan yang paling banyak ditemukan di pengungsian setelah gempa Flores. Keluhan itu dikaitkan dengan musim kemarau yang berdebu dan tenda pengungsian yang padat.
Edukasi kesehatan tersebut disampaikan dalam program Obras Pro 2 RRI Ende bertopik kewaspadaan terhadap penyakit di pengungsian. Selain ISPA, relawan mengingatkan warga agar mewaspadai gangguan kulit dan dampak psikologis pascabencana.
Bayi, anak-anak, lansia, dan ibu hamil termasuk kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus selama berada di lokasi pengungsian. Warga juga perlu segera memeriksakan keluhan kesehatan melalui layanan medis yang tersedia di sekitar tempat tinggal sementara.
Mengapa keluhan ISPA penting bagi warga Labuan Bajo
Informasi dari Ende relevan bagi pembaca di Labuan Bajo karena pengungsian pascabencana memiliki persoalan kesehatan yang serupa: kepadatan tenda, debu, serta keterbatasan ruang dan kebersihan dapat memperbesar risiko gangguan pernapasan. Perhatian khusus terhadap kelompok rentan membantu keluarga menentukan siapa yang harus lebih cepat dipantau ketika muncul batuk, sesak, atau keluhan lain.
Catatan Kementerian Kesehatan yang dikutip dalam laporan lain juga menempatkan ISPA sebagai keluhan dominan dalam penanganan medis penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur. Data itu menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan perlu berjalan bersama pemantauan gangguan kulit dan pelayanan kesehatan dasar.
Relawan medis melanjutkan edukasi kepada warga pengungsian mengenai pengenalan penyakit dan langkah pencegahan. Pembaca yang mendampingi keluarga terdampak sebaiknya memprioritaskan kelompok rentan dan memanfaatkan posko kesehatan ketika keluhan memburuk.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
BMKG Prakirakan Flores Cerah Berawan pada 19 Oktober 2026
BMKG memprakirakan cuaca NTT pada 19 Oktober 2026 mayoritas cerah berawan, dengan udara kabur di sejumlah wilayah dan suhu hingga 34 derajat Celsius.
Terbaru di Sosial & Kemanusiaan
Berita utama hari ini

Baca juga





