Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Puncak Ndona, Spot Sunset Ende yang Menggerakkan Usaha Warga

Puncak Ndona di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai lokasi menikmati matahari terbenam dengan panorama kota dan pesisir.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pelabuhan Ippi Ende merupakan salah satu pelabuhan yang ada di Kabupaten Ende, Pelabuhan Ippi terletak di Ippi Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Se…
Foto arsip: Pelabuhan Ippi Ende merupakan salah satu pelabuhan yang ada di Kabupaten Ende, Pelabuhan Ippi terletak di Ippi Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende P. · Foto: Iskandar Hale Usman / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Ende — Puncak Ndona di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu tujuan warga dan wisatawan untuk menikmati matahari terbenam dengan latar Kota Ende dan kawasan pesisir Ende. Ramainya kunjungan pada sore hingga malam hari mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi sederhana di sekitar lokasi.

Menurut laporan fitur “Sunset Puncak Ndona Menghidupkan Ekonomi Warga yang dimuat RRI Ende pada 13 Agustus 2026, pengunjung datang ke Puncak Ndona untuk menikmati suasana senja dan pemandangan kota sekaligus memberi dampak pada pergerakan ekonomi warga sekitar. RRI menempatkan fenomena ini dalam konteks usaha kecil dan menengah yang bertumpu pada kunjungan wisata.

Puncak Ndona berada di wilayah Desa Manulondo, Kecamatan Ndona, sekitar 10–11 kilometer dari pusat Kota Ende. Detik.com menyebut waktu tempuh menuju kawasan perbukitan ini sekitar 25–30 menit dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Perjalanan menuju puncak melewati jalur menanjak yang menjadi daya tarik bagi pengunjung yang menyukai aktivitas berjalan atau tracking.

Daya tarik pemandangan dari Puncak Ndona

Sejumlah publikasi lokal dan catatan perjalanan menyebut Puncak Ndona menawarkan pemandangan alam yang luas, mencakup hamparan perbukitan, desa-desa di lembah, laut Ende, dan sebagian kawasan Kota Ende. Pada waktu senja, pengunjung dapat melihat matahari terbenam di arah pesisir serta lampu-lampu kota yang mulai menyala.

Sebuah artikel jurnal tentang Desa Manulondo menyatakan desa ini memiliki daya tarik “view alami ke arah pantai jika dilihat dari atas puncak Ndona”

Konten perjalanan di platform berbagi foto dan cerita menyebutkan bahwa waktu kunjungan yang banyak dipilih adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Pengunjung memanfaatkan golden hour untuk merekam pemandangan kota dan pesisir, lalu bertahan hingga malam saat lampu-lampu kota terlihat dari ketinggian.

Kunjungan akhir pekan dan peluang usaha warga

RRI Ende mengaitkan popularitas Puncak Ndona sebagai lokasi menikmati sunset dengan pergerakan ekonomi warga yang menyediakan berbagai kebutuhan pengunjung. Dalam laporan itu, kawasan Puncak Ndona digambarkan sebagai ruang rekreasi yang sekaligus menjadi tempat warga menawarkan jasa dan produk yang mendukung aktivitas wisata, seperti usaha kecil yang melayani pengunjung.

Data pada Sistem Informasi Sadar Wisata Nasional (Sisparnas) menunjukkan Puncak Ndona terdaftar sebagai daya tarik wisata yang mulai beroperasi pada 2024, dengan tiket masuk yang relatif rendah dan keberadaan sedikit layanan makanan dan minuman di sekitar lokasi. Informasi ini menguatkan gambaran bahwa aktivitas ekonomi di kawasan tersebut bertumpu pada kunjungan wisata, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Sisparnas juga mencatat jam operasional destinasi yang berlangsung hingga malam hari. Hal ini selaras dengan praktik kunjungan untuk menikmati senja dan panorama lampu kota, yang memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk melayani pengunjung dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Artikel wisata dari media regional menggambarkan Puncak Ndona sebagai salah satu destinasi yang patut dikunjungi di Ende karena keindahan alam dan kearifan lokal, serta menyebut harapan agar pariwisata di kawasan ini memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Akses, fasilitas, dan pengembangan destinasi

Informasi dari Detik.com dan Sisparnas menunjukkan akses menuju Puncak Ndona dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor hingga titik tertentu, dilanjutkan dengan berjalan kaki di jalur perbukitan. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang terbuka yang relatif mudah dijangkau warga kota dan wisatawan yang sedang berkunjung ke Ende.

Sisparnas mencatat ketersediaan terbatas layanan makanan dan minuman di Puncak Ndona, serta belum adanya paket wisata khusus yang dikembangkan. Data ini menunjukkan bahwa pengembangan destinasi masih bertumpu pada inisiatif lokal, dan potensi peningkatan fasilitas seperti parkir, penanda jalur, dan pengelolaan kebersihan terbuka bagi kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat.

Sejumlah kajian mengenai peran dinas pariwisata di Kecamatan Ndona menyebut pentingnya penguatan infrastruktur dan koordinasi lintas sektor untuk mendukung destinasi lokal. Dalam konteks Puncak Ndona, kejelasan informasi publik mengenai akses, jam operasional, kapasitas kunjungan, dan dukungan bagi usaha warga menjadi bagian dari upaya menjadikan kawasan ini destinasi yang nyaman dan berkelanjutan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.