Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Kemenhut-OceanX Perkuat Pengelolaan Tujuh Taman Nasional Laut

Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan organisasi eksplorasi laut global OceanX untuk memperkuat pengelolaan tujuh taman nasional ber-ekosistem laut berbasis data ilmiah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Small island in southern Komodo National Park, Indonesia.
Foto arsip: Small island in southern Komodo National Park, Indonesia. · Foto: Jon Chia / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Labuan BajoKementerian Kehutanan menjalin kerja sama riset dengan organisasi eksplorasi laut global OceanX untuk memperkuat pengelolaan dan perlindungan tujuh taman nasional ber-ekosistem laut berbasis data ilmiah. Kerja sama ini diposisikan sebagai upaya memperluas basis data ekosistem, memperbaiki pemantauan konservasi, dan mendukung pemulihan ekosistem pesisir dan laut.

Menurut keterangan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, pemerintah akan memperluas basis data ekosistem laut, memetakan topografi dasar laut, serta melakukan survei dan inventarisasi keanekaragaman hayati di taman nasional laut. Data tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas konservasi dan pemulihan ekosistem. OceanX akan mendukung pengumpulan data spasial, survei ekosistem, dan kajian biodiversitas di kawasan konservasi, dengan seluruh data diserahkan kepada Kementerian Kehutanan sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis sains.

Tujuh taman nasional laut dan posisi Komodo

Indonesia saat ini memiliki tujuh taman nasional dengan ekosistem laut yang dikelola pemerintah pusat, yaitu Taman Nasional Wakatobi, Kepulauan Seribu, Taka Bonerate, Teluk Cenderawasih, Kepulauan Togean, Karimunjawa, dan Bunaken. Selain tujuh kawasan tersebut, Taman Nasional Komodo disebut sebagai kawasan konservasi yang mencakup ekosistem darat dan laut.

Dalam penjelasan mengenai rencana kerja sama riset, Komodo dan Wakatobi disebut sebagai dua ekosistem laut yang mendapat perhatian khusus sebagai titik awal kolaborasi. Menurut pemberitaan RRI, kedua kawasan ini dipilih untuk pengukuran data dasar (baseline) sebelum kerja sama riset diperluas ke lima taman nasional laut lainnya. Hal ini relevan bagi Labuan Bajo karena Komodo merupakan salah satu lokasi utama pariwisata dan konservasi laut di Flores bagian barat.

CEO sekaligus Chief Science Officer OceanX, Vincent Pieribone, menyatakan lembaganya telah melaksanakan dua misi penelitian di Indonesia dan saat ini berfokus pada riset keanekaragaman hayati laut di Sulawesi Utara. Kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan akan mendukung pengumpulan data spasial dan biodiversitas di kawasan konservasi, dengan tujuan memperkuat pengambilan keputusan berbasis sains.

Ruang lingkup riset dan dukungan OceanX

Kementerian Kehutanan menyebut pengelolaan taman nasional laut akan diperkuat melalui pemetaan bawah laut, inventarisasi keanekaragaman hayati, serta perluasan data dasar ekosistem. Menurut siaran resmi kementerian, OceanX siap mendukung program prioritas tersebut melalui ekspedisi bersama yang mencakup pemetaan kedalaman laut, survei megafauna, analisis DNA lingkungan (eDNA), dan eksplorasi laut dalam.

Siaran yang sama menjelaskan bahwa kerja sama ini juga mencakup peningkatan kapasitas bagi tim teknis dan pengelola taman nasional di lapangan, serta dukungan dokumentasi dan publikasi media untuk mengenalkan pentingnya konservasi taman nasional laut Indonesia kepada publik internasional. Kementerian menyatakan penyusunan nota kesepahaman dan detail teknis ekspedisi bersama tengah dimatangkan, dengan rencana pelaksanaan di sejumlah taman nasional laut.

Potensi dampak bagi konservasi dan pariwisata Flores

Secara kebijakan, penguatan data spasial dan inventarisasi biodiversitas dapat membantu pengelola taman nasional memahami kondisi ekosistem, menetapkan prioritas perlindungan, dan merancang program pemulihan, termasuk rehabilitasi terumbu karang. Kerja sama riset dengan OceanX di Komodo dan Wakatobi sebagai lokasi awal memberi peluang bagi penguatan dasar ilmiah pengelolaan pariwisata bahari dan konservasi di kawasan yang menjadi tujuan utama wisata laut.

Bagi Labuan Bajo dan Flores bagian barat, ketersediaan data yang lebih lengkap mengenai ekosistem laut di sekitar Komodo dapat menjadi landasan penataan kunjungan wisata, perlindungan habitat, dan pengaturan aktivitas ekonomi pesisir. Namun, detail teknis jadwal ekspedisi, titik lokasi riset di perairan Komodo, serta mekanisme pelibatan masyarakat dan pelaku wisata belum dirinci dalam keterangan publik yang tersedia.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa semua data yang dihasilkan dari kolaborasi dengan OceanX akan menjadi milik kementerian dan digunakan untuk pengambilan keputusan berbasis sains. Penjelasan lebih lanjut mengenai pemanfaatan data di tingkat tapak, termasuk dampaknya terhadap pengawasan aktivitas wisata dan tata kelola pariwisata bahari di Labuan Bajo, masih menunggu kebijakan rinci pada tahap berikutnya.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.