POTHP Vol. 5 Libatkan 17 UMKM, Wizz Baker Tampil di Parapuar
POTHP Volume 5 digelar BPOLBF di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Sabtu, 19 September 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar Picnic Over The Hill of Parapuar (POTHP) Volume 5 di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini diposisikan sebagai bagian dari pemulihan pariwisata Labuan Bajo dan penguatan manajemen krisis setelah gempa Flores, menurut BPOLBF dan laporan Radio Republik Indonesia (RRI).
Dalam siaran RRI dari Manggarai Barat, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy Marpaung menjelaskan bahwa Picnic Over The Hill Vol. 5 semula dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026, namun ditunda sebagai respons terhadap gempa bumi Flores. Kegiatan kemudian digelar kembali setelah masa tanggap darurat di Manggarai Barat dan wilayah terdampak gempa dinyatakan berakhir.
Menurut RRI, BPOLBF menggunakan acara ini untuk meyakinkan wisatawan bahwa Labuan Bajo aman dikunjungi pascagempa serta mendorong kembalinya aktivitas pariwisata di kawasan tersebut. BPOLBF dalam rilis resminya menyebut POTHP Vol. 5 dirancang untuk menghidupkan kembali aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo, dengan memanfaatkan ruang terbuka di kawasan Parapuar.
Wizz Baker dan aksi solidaritas
Musisi asal Indonesia Timur, Wizz Baker, tampil sebagai bintang tamu utama POTHP Volume 5 di Parapuar Labuan Bajo. BPOLBF menyebut pengunjung diajak menikmati rangkaian kegiatan yang memadukan festival musik, piknik, pengamatan bintang, dan festival kuliner dalam satu ruang terbuka di tengah alam Parapuar.
Selain hiburan, acara ini membawa pesan solidaritas bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Dalam penjelasan Andhy Marpaung yang dikutip RRI, 50 persen honor Wizz Baker pada penampilan di Parapuar akan disumbangkan untuk korban gempa Flores. Penyerahan bantuan secara simbolis direncanakan dilakukan saat Wizz Baker membawakan lagu “Hilang”, sebelum dana tersebut disalurkan melalui Keuskupan Labuan Bajo kepada masyarakat terdampak di wilayah cakupan keuskupan.
Laporan RRI lainnya mencatat Wizz Baker menyampaikan pesan kepedulian dan mengajak penonton mendoakan korban gempa Flores, sembari mengumumkan sumbangan dari penghasilannya di POTHP Vol. 5 untuk mendukung pemulihan. BPOLBF juga menyiapkan merchandise khusus berupa kaus edisi spesial yang ditandatangani langsung Wizz Baker, dengan hasil penjualan kaus tersebut akan didonasikan bagi korban gempa bumi Flores.
Pelibatan UMKM dan penjualan tiket
BPOLBF menyampaikan bahwa POTHP Vol. 5 dirancang sebagai ruang promosi sekaligus perluasan manfaat ekonomi pariwisata bagi pelaku usaha lokal di Kawasan Parapuar. Menurut rilis BPOLBF dan laporan RRI, sebanyak 17 pelaku UMKM terlibat dalam festival kuliner dan penjualan produk pada kegiatan ini.
RRI mengutip penjelasan BPOLBF bahwa sebagian pelaku UMKM dalam kegiatan ini merupakan usaha binaan lembaga tersebut, sementara lainnya menyewa stan di lokasi acara. Melalui pelibatan UMKM, BPOLBF berharap aktivitas pariwisata di Parapuar tidak hanya menghadirkan hiburan tetapi juga mendatangkan pendapatan bagi pelaku usaha kecil yang beroperasi di Labuan Bajo dan sekitarnya.
BPOLBF dalam rilisnya memuat informasi harga tiket POTHP Vol. 5, yakni Rp60.000 untuk tiket reguler, Rp270.000 untuk paket lima tiket, dan Rp80.000 untuk pembelian langsung di lokasi. RRI menambahkan bahwa tiket untuk pelajar dibanderol Rp30.000. Hingga pukul 18.00 WITA pada hari pelaksanaan, RRI melaporkan sebanyak 187 tiket telah terjual untuk Picnic Over The Hill Vol. 5.
BPOLBF menyebut acara ini dirancang dengan mengedepankan keamanan dan kenyamanan pengunjung di ruang terbuka Parapuar, sebagai bagian dari upaya menormalisasi kegiatan pariwisata Labuan Bajo setelah gempa Flores. Dalam pemberitaan RRI, Picnic Over The Hill Vol. 5 diposisikan sebagai salah satu agenda untuk menunjukkan bahwa Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan dan aktivitas pariwisata berangsur normal.
Sumber
Berita berikutnya

Pascagempa Flores, Pemulihan Pariwisata Dibaca lewat Akses, Atraksi, Amenitas
Gempa magnitudo 7,7 di kawasan Mbay–Nagekeo pada 15 Agustus 2026 memukul ekosistem pariwisata Flores. Kemenpar dan BPOLBF memulihkan sektor ini dengan…
Baca juga





