Kabar Labuan Bajo

Jumat, 25 September 2026

Penerimaan Nagekeo Baru 19,77 Persen Setelah Gempa Flores

Rapat pascabencana di Flores mencatat realisasi penerimaan Nagekeo baru Rp4,5 miliar atau 19,77 persen dari target Rp22,8 miliar. Layanan pajak diperluas lewat Samsat Keliling.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Nature landscape in Nagekeo Regency, East Nusa Tenggara.
Foto arsip: Nature landscape in Nagekeo Regency, East Nusa Tenggara. · Foto: Johnstad Di Maria / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Nagekeo — Rapat bersama kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pendapatan dan aset daerah se-Daratan Flores melaporkan realisasi penerimaan Nagekeo sebesar Rp4,5 miliar atau 19,77 persen dari target Rp22,8 miliar pada 24 September 2026. Sebagian besar daerah masih berada di kisaran 20 persen dari target.

Rapat tersebut berlangsung di Ende dan membahas penerimaan daerah setelah gempa bumi berdampak pada sejumlah wilayah Flores. Di Nagekeo, kerusakan berat pada gedung Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) membuat pelayanan dijalankan dari area darurat.

Mengapa angka penerimaan penting bagi warga Nagekeo

Realisasi yang masih rendah mempersempit ruang fiskal ketika pemerintah daerah membutuhkan anggaran untuk pemulihan pascabencana. Karena itu, capaian penerimaan bukan hanya urusan administrasi pajak, tetapi berkaitan dengan kemampuan daerah menjaga pembiayaan layanan dan penanganan dampak gempa.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bencana tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan target. Ia meminta UPTD Badan Pendapatan Daerah se-Flores mengejar sedikitnya 75 persen penerimaan.

Di Nagekeo, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan melalui area darurat. Samsat Keliling telah menjangkau enam dari tujuh kecamatan di Nagekeo. Namun, pelayanan di Kecamatan Keo Tengah sementara ditangguhkan karena kantor camat masih digunakan sebagai posko bencana.

Laporan lain mengenai rapat itu menyebut gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Dampaknya juga memengaruhi sarana pelayanan dan kondisi masyarakat di beberapa wilayah, sehingga penagihan membutuhkan pendekatan yang menyesuaikan keadaan penyintas.

Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah memperluas jangkauan pelayanan dan mengejar target penerimaan minimal 75 persen, sementara layanan Keo Tengah belum dibuka kembali selama kantor camat berfungsi sebagai posko bencana.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.