Penerimaan Nagekeo Baru 19,77 Persen Setelah Gempa Flores
Rapat pascabencana di Flores mencatat realisasi penerimaan Nagekeo baru Rp4,5 miliar atau 19,77 persen dari target Rp22,8 miliar. Layanan pajak diperluas lewat Samsat Keliling.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Nagekeo — Rapat bersama kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pendapatan dan aset daerah se-Daratan Flores melaporkan realisasi penerimaan Nagekeo sebesar Rp4,5 miliar atau 19,77 persen dari target Rp22,8 miliar pada 24 September 2026. Sebagian besar daerah masih berada di kisaran 20 persen dari target.
Rapat tersebut berlangsung di Ende dan membahas penerimaan daerah setelah gempa bumi berdampak pada sejumlah wilayah Flores. Di Nagekeo, kerusakan berat pada gedung Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) membuat pelayanan dijalankan dari area darurat.
Mengapa angka penerimaan penting bagi warga Nagekeo
Realisasi yang masih rendah mempersempit ruang fiskal ketika pemerintah daerah membutuhkan anggaran untuk pemulihan pascabencana. Karena itu, capaian penerimaan bukan hanya urusan administrasi pajak, tetapi berkaitan dengan kemampuan daerah menjaga pembiayaan layanan dan penanganan dampak gempa.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bencana tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan target. Ia meminta UPTD Badan Pendapatan Daerah se-Flores mengejar sedikitnya 75 persen penerimaan.
Di Nagekeo, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan melalui area darurat. Samsat Keliling telah menjangkau enam dari tujuh kecamatan di Nagekeo. Namun, pelayanan di Kecamatan Keo Tengah sementara ditangguhkan karena kantor camat masih digunakan sebagai posko bencana.
Laporan lain mengenai rapat itu menyebut gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Dampaknya juga memengaruhi sarana pelayanan dan kondisi masyarakat di beberapa wilayah, sehingga penagihan membutuhkan pendekatan yang menyesuaikan keadaan penyintas.
Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah memperluas jangkauan pelayanan dan mengejar target penerimaan minimal 75 persen, sementara layanan Keo Tengah belum dibuka kembali selama kantor camat berfungsi sebagai posko bencana.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores Raya
Komisi V DPRD NTT Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di Ende
Komisi V DPRD NTT meninjau SMA Negeri 1 Ende dan sekolah lain yang terdampak gempa pada 22 September 2026. Pemerintah provinsi masih mendata kerusakan…
Terbaru di Analisis

Baca juga





