Kabar Labuan Bajo

Kamis, 24 September 2026

BNPB Verifikasi 94 Kematian Pascagempa Flores di Manggarai Barat

Verifikasi BNPB dan Kementerian Kesehatan menyebut 94 warga pascagempa Flores meninggal karena komplikasi penyakit kronis. Manggarai Barat mencatat satu korban meninggal dan 5.649 rumah terdampak.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Ende — Verifikasi dan validasi terpadu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Kesehatan mencatat 94 warga pascagempa Flores meninggal akibat komplikasi penyakit kronis, bukan trauma fisik langsung atau reruntuhan bangunan. Data itu disampaikan pada 17 September 2026 dan diperbarui dalam laporan 23 September 2026.

Menurut BNPB, sebagian besar warga tersebut merupakan lanjut usia dengan riwayat penyakit seperti stroke dan diabetes melitus. Pemeriksaan dilakukan di tujuh kabupaten terdampak untuk membedakan kematian akibat dampak langsung gempa dari kematian yang terjadi ketika warga berada di pengungsian.

Mengapa Data Ini Penting bagi Warga Manggarai Barat

Pembacaan data korban tidak berhenti pada jumlah kematian akibat reruntuhan. Kondisi kesehatan sebelum bencana ikut menentukan risiko warga, terutama lansia dan pengidap penyakit kronis yang harus tetap memperoleh obat, pemeriksaan, serta layanan medis ketika berpindah ke pengungsian.

BNPB mencatat Manggarai Barat sebagai salah satu wilayah terdampak. Di wilayah ini, satu orang meninggal, 216 orang luka-luka, 1.422 orang mengungsi, dan 5.649 rumah terdampak. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan penanganan yang mencakup keselamatan bangunan, layanan kesehatan, dan pendataan warga rentan.

Data verifikasi juga memberi konteks terhadap angka korban sebelumnya. BNPB menyebut 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sedangkan 94 warga meninggal bukan karena trauma fisik langsung atau tertimpa reruntuhan, melainkan akibat komplikasi penyakit kronis yang telah diderita.

Bagi keluarga di desa-desa dan kecamatan terdampak di Manggarai Barat, informasi ini penting saat melaporkan kondisi anggota keluarga. Riwayat penyakit, kebutuhan obat, usia lanjut, serta lokasi pengungsian perlu tercatat bersama data kerusakan dan luka agar bantuan kesehatan tidak hanya berfokus pada korban tertimpa bangunan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.