Kabar Labuan Bajo

Kamis, 24 September 2026

Komisi V DPRD NTT Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di Ende

Komisi V DPRD NTT meninjau SMA Negeri 1 Ende dan sekolah lain yang terdampak gempa pada 22 September 2026. Pemerintah provinsi masih mendata kerusakan fasilitas pendidikan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan meja dan kursi kayu kosong di dalam sebuah ruang kelas yang terang.
Ilustrasi: Deretan meja dan kursi kayu kosong di dalam sebuah ruang kelas yang terang. · Foto: Ali Ahmad DANESH / Pexels

Kabupaten Ende — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yunus Takandewa, mengunjungi Kabupaten Ende pada Selasa, 22 September 2026, untuk memantau dampak gempa terhadap fasilitas pendidikan dan kondisi pengungsi.

Mengapa ini penting: Kunjungan ini mencatat kerusakan sekolah di Ende dan menjadi bahan pendataan serta pembahasan DPRD NTT terkait penanganan fasilitas pendidikan terdampak gempa.

Kunjungan itu merupakan bagian dari pemantauan penanganan gempa Flores yang telah dilakukan di sejumlah wilayah. Menurut RRI, Yunus meninjau SMA Negeri 1 Ende dan menemukan sejumlah bagian bangunan sekolah retak akibat gempa.

Yunus mengatakan pemantauan tersebut dilakukan bertahap di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Ende. Ia menyebut kunjungan ke Ende sebagai perjalanan kelima dalam rangkaian pemantauan dampak gempa Flores.

Selain SMA Negeri 1 Ende, ia dijadwalkan mengunjungi sejumlah sekolah yang masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar gedung karena terdampak gempa. Sekolah yang akan dikunjungi antara lain satu sekolah dasar katolik.

Dalam kunjungan kerja terpisah ke SMA Negeri 1 Ende pada hari yang sama, Yunus juga mencatat aspirasi sekolah dan peserta didik terkait fasilitas laboratorium. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Kepala Bidang SMA mengenai perkembangan penanganan kerusakan fasilitas pendidikan akibat gempa.

Menurut RRI, pemerintah provinsi masih mendata kerusakan fasilitas pendidikan. Data sementara yang disampaikan Yunus menunjukkan sekitar 715 sekolah mengalami kerusakan, dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Hasil kunjungan lapangan akan menjadi bahan rapat dengar pendapat atau pembahasan internal DPRD NTT.

Data pemerintah provinsi yang diperbarui pada 22 September 2026 mencatat 2.240 fasilitas pendidikan rusak di tujuh kabupaten terdampak gempa. Pemerintah provinsi menyatakan tingkat kerusakan fasilitas tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.