Mengapa Satu Data Penting bagi Pemulihan Gempa Flores
Pemprov NTT menyatukan data kerusakan dan kerugian di tujuh kabupaten terdampak gempa Flores. Data ini menjadi dasar pemulihan yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Flores — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan satu data untuk mendukung pemulihan pascagempa di tujuh kabupaten terdampak. Langkah itu dibahas dalam Forum Konsolidasi Data Sektoral dan Kewilayahan di Kupang pada Kamis, 17 September 2026, dan dilaporkan pada 20 September 2026.
Pemulihan setelah masa tanggap darurat direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Dasarnya adalah Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Data kerusakan dan kerugian perlu diperiksa, disepakati, lalu dipakai sebagai dasar perencanaan agar bantuan dan rehabilitasi menyasar kebutuhan yang tercatat.
Mengapa satu data penting bagi warga Flores
Bagi warga di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka, pendataan menentukan bagaimana kebutuhan rumah, fasilitas umum, serta dukungan pemulihan masuk ke dalam rencana pemerintah. Perbedaan angka antarlembaga dapat membuat kebutuhan tertentu terlewat atau bantuan tidak mengikuti kondisi lapangan.
Data aplikasi INATANA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT per 15 September 2026 mencatat 120 orang meninggal dunia, 1.191 orang luka-luka, 136.642 warga mengungsi, dan sedikitnya 86.018 rumah mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak. Angka itu menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus dipetakan sebelum program pemulihan berjalan.
Prosesnya dilakukan Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) serta BPBD, dengan dukungan Program Kemitraan Australia-Indonesia SIAP SIAGA. Berbagai sumber data dikumpulkan, dikompilasi, dan distandardisasi, kemudian dikembalikan kepada pemerintah kabupaten, perangkat daerah teknis, serta instansi vertikal untuk diperiksa dan disepakati.
Hasil penyatuan data tersebut akan menjadi baseline perencanaan pemulihan. Dengan acuan yang sama, pemerintah dapat menyusun prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan kondisi di tujuh kabupaten, bukan berdasarkan laporan yang berdiri sendiri.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Kemenpar Latih Pemandu Snorkeling di Labuan Bajo
Kementerian Pariwisata mengadakan pelatihan dan sertifikasi bagi 40 pemandu serta pelaku wisata snorkeling di Labuan Bajo dan Flores. Kegiatan berlang…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga




