Orang Tua Wohe Pindahkan Anak Usai Bentrokan Manggarai
Orang tua di Kampung Wohe, Manggarai, memindahkan anak ke sekolah lain setelah bentrokan dengan Kampung Timung. Polisi memeriksa enam saksi dan menahan dua tersangka.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Manggarai — Orang tua di Kampung Wohe, Desa Bangka Jong, memindahkan anak mereka ke sekolah lain setelah bentrokan dengan warga Kampung Timung, Desa Golo Cador, menewaskan Benediktus Paang, 19 tahun, pada Sabtu, 19 September 2026.
Perkelahian antarkelompok itu terjadi pada Jumat, 18 September 2026, sekitar pukul 20.00 WITA di jalan raya depan kemah pesta seorang warga berinisial A.J. Benediktus kemudian mengeluhkan sakit pada kepala dan perut. Keluarga membawanya ke Puskesmas Timung sekitar pukul 07.00 WITA pada Sabtu, tetapi ia dinyatakan meninggal sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
Polisi telah memeriksa enam saksi dan menetapkan dua tersangka. Keduanya ditahan sejak 21 September 2026. Perkembangan itu menjadi bagian dari penanganan kasus yang memicu ketegangan antara Kampung Wohe dan Kampung Timung.
Mengapa berita ini penting bagi warga Manggarai
Pemindahan anak ke sekolah lain menunjukkan dampak bentrokan meluas ke aktivitas keluarga dan pendidikan. Warga yang tinggal atau melintas di Desa Bangka Jong dan Desa Golo Cador perlu memperhatikan perkembangan keamanan karena dua kampung tersebut menjadi lokasi utama ketegangan.
Ketegangan muncul setelah kematian Benediktus Paang, pemuda asal Kampung Timung. Laporan polisi yang dikutip media menyebut bentrokan berlangsung setelah rangkaian pesta Komuni Suci Pertama dan pesta syukuran Sambut Baru di wilayah Paroki Timung. Sebagian warga yang terlibat diduga berada dalam pengaruh minuman keras.
Setelah kabar kematian Benediktus menyebar, sekitar 100 warga Kampung Timung mendatangi rumah warga Kampung Wohe berinisial I.R. Rumah tersebut rusak dan empat sepeda motor dibakar. Polisi kemudian memperkuat pengamanan di Kampung Timung dan Kampung Wohe.
Polisi masih menangani proses hukum terhadap dua tersangka yang telah ditahan. Informasi tentang pemeriksaan enam saksi dan penahanan sejak 21 September 2026 menjadi perkembangan terbaru yang tercantum dalam laporan utama.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Manggarai Barat
Gempa 4,5 Mengguncang Flores, Terasa di Manggarai
Gempa magnitudo 4,5 terjadi di laut utara Ruteng pada Rabu pagi. BMKG mencatat guncangan dirasakan di Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 2 kilomete…
Terbaru di Flores Raya

Berita utama hari ini

Baca juga





