Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 31 Oktober 2026

Mengapa Kemiskinan Manggarai Barat Masih Tinggi?

Pada 2024, jumlah warga miskin Manggarai Barat mencapai sekitar 50,68 ribu jiwa. Persentasenya turun menjadi 16,74 persen, tetapi jumlahnya masih tinggi.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah rumah kayu sederhana berdinding papan di pedesaan di bawah naungan pohon mangga.
Ilustrasi: Sebuah rumah kayu sederhana berdinding papan di pedesaan di bawah naungan pohon mangga. · Foto: Ditta Alfianto / Pexels

Manggarai Barat — Pada 2024, sekitar 50,68 ribu jiwa di Kabupaten Manggarai Barat masih berada dalam kemiskinan, dengan persentase penduduk miskin sebesar 16,74 persen.

Data tersebut tercantum dalam kajian diagnostik regional Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang mengolah data BPS Kabupaten Manggarai Barat. Kajian itu mencatat persentase kemiskinan turun dibandingkan periode sebelumnya, tetapi jumlah penduduk miskin masih relatif stagnan.

Mengapa angka kemiskinan Manggarai Barat penting bagi warga?

Penurunan persentase kemiskinan belum berarti jumlah warga miskin ikut berkurang. Persentase menunjukkan proporsi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, sedangkan jumlah 50,68 ribu jiwa menunjukkan banyaknya orang yang masih menghadapi kondisi tersebut.

Ketika jumlah penduduk bertambah, proporsi kemiskinan dapat turun sementara jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan tetap tinggi atau meningkat. Karena itu, perubahan persentase perlu dibaca bersama jumlah penduduk miskin.

Bagi warga Labuan Bajo dan wilayah lain di Manggarai Barat, data ini relevan untuk memahami dampak pertumbuhan penduduk terhadap kebutuhan layanan dasar dan perlindungan sosial. Pertumbuhan penduduk dapat memengaruhi kebutuhan tersebut ketika jumlah warga miskin masih besar.

Dengan demikian, angka 16,74 persen menunjukkan adanya penurunan secara proporsi, tetapi belum menggambarkan berkurangnya jumlah warga miskin. Indikator ekonomi itu perlu dibaca bersama jumlah penduduk miskin yang masih mencapai sekitar 50,68 ribu jiwa.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.