Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemkab Manggarai Barat Latih 16 Penjahit Membuat Suvenir

Pemkab Manggarai Barat melatih 16 penjahit membuat suvenir dan kerajinan tangan di Labuan Bajo pada 23–27 September 2024. Peserta belajar desain, pemasaran, dan perhitungan harga pokok produksi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar pelatihan pembuatan suvenir dan kerajinan tangan bagi 16 penjahit di Balai Latihan Kerja Kabupaten Manggarai Barat pada 23–27 September 2024. Program itu diarahkan untuk menambah keterampilan peserta agar bisa masuk ke usaha ekonomi kreatif di Labuan Bajo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM Manggarai Barat Theresia P. Asmon menyebut pelatihan tersebut disusun untuk menjawab kebutuhan tenaga kreatif di daerah pariwisata. Dalam pemberitaan lokal, ia juga menekankan bahwa produk oleh-oleh dan pariwisata saling berkaitan.

Peserta pelatihan berasal dari kalangan penjahit yang sudah memiliki dasar keterampilan menjahit. Mereka mengikuti proses pendaftaran dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai peserta.

Materi pelatihan

Materi yang diberikan mencakup desain suvenir dan kerajinan tangan, pemasaran, serta cara menghitung harga pokok produksi. Pemerintah daerah juga menargetkan peserta mampu menghasilkan sedikitnya tiga jenis produk selama lima hari pelatihan.

Tiga produk yang disebut dalam laporan adalah tas berbahan goni dengan kombinasi kain tenun, tas kecil atau daily pouch, dan dompet.

Theresia berharap keterampilan itu terus dipakai peserta setelah pelatihan selesai. Ia juga menyampaikan bahwa instruktur yang hadir berasal dari pelaku usaha yang berpotensi menjadi mitra peserta di kemudian hari.

Program penguatan tenaga kerja lokal

Pelatihan ini sejalan dengan upaya Pemkab Manggarai Barat memperkuat tenaga kerja lokal di sektor pariwisata dan industri turunannya. Pada April 2024, pemerintah daerah juga melatih ratusan pemuda dalam paket pelatihan berbasis kompetensi, termasuk kelas menjahit, dengan masing-masing kelas diisi 16 peserta.

Pelatihan suvenir pada akhir September itu memperlihatkan arah kebijakan yang sama: mendorong warga mengubah keterampilan dasar menjadi produk bernilai jual. Bagi peserta, keahlian menjahit diarahkan tidak hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk membuka usaha kecil di sekitar ekosistem wisata Labuan Bajo.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.