Pemkab Manggarai Barat Latih 16 Penjahit Membuat Suvenir
Pemkab Manggarai Barat melatih 16 penjahit membuat suvenir dan kerajinan tangan di Labuan Bajo pada 23–27 September 2024. Peserta belajar desain, pemasaran, dan perhitungan harga pokok produksi.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar pelatihan pembuatan suvenir dan kerajinan tangan bagi 16 penjahit di Balai Latihan Kerja Kabupaten Manggarai Barat pada 23–27 September 2024. Program itu diarahkan untuk menambah keterampilan peserta agar bisa masuk ke usaha ekonomi kreatif di Labuan Bajo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM Manggarai Barat Theresia P. Asmon menyebut pelatihan tersebut disusun untuk menjawab kebutuhan tenaga kreatif di daerah pariwisata. Dalam pemberitaan lokal, ia juga menekankan bahwa produk oleh-oleh dan pariwisata saling berkaitan.
Peserta pelatihan berasal dari kalangan penjahit yang sudah memiliki dasar keterampilan menjahit. Mereka mengikuti proses pendaftaran dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai peserta.
Materi pelatihan
Materi yang diberikan mencakup desain suvenir dan kerajinan tangan, pemasaran, serta cara menghitung harga pokok produksi. Pemerintah daerah juga menargetkan peserta mampu menghasilkan sedikitnya tiga jenis produk selama lima hari pelatihan.
Tiga produk yang disebut dalam laporan adalah tas berbahan goni dengan kombinasi kain tenun, tas kecil atau daily pouch, dan dompet.
Theresia berharap keterampilan itu terus dipakai peserta setelah pelatihan selesai. Ia juga menyampaikan bahwa instruktur yang hadir berasal dari pelaku usaha yang berpotensi menjadi mitra peserta di kemudian hari.
Program penguatan tenaga kerja lokal
Pelatihan ini sejalan dengan upaya Pemkab Manggarai Barat memperkuat tenaga kerja lokal di sektor pariwisata dan industri turunannya. Pada April 2024, pemerintah daerah juga melatih ratusan pemuda dalam paket pelatihan berbasis kompetensi, termasuk kelas menjahit, dengan masing-masing kelas diisi 16 peserta.
Pelatihan suvenir pada akhir September itu memperlihatkan arah kebijakan yang sama: mendorong warga mengubah keterampilan dasar menjadi produk bernilai jual. Bagi peserta, keahlian menjahit diarahkan tidak hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk membuka usaha kecil di sekitar ekosistem wisata Labuan Bajo.
Sumber
Berita berikutnya

Nanas Kampung Ndole Mulai Pasok Pasar Labuan Bajo
Nanas dari Kampung Ndole, Desa Golo Damu di Kecamatan Mbeliling, mulai memasok pasar Labuan Bajo melalui pedagang pengumpul.
Baca juga




