Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemkab Manggarai Barat Kembangkan Warloka Pesisir sebagai Desa Wisata

Pemkab Manggarai Barat mengembangkan Warloka Pesisir sebagai desa wisata penyangga Labuan Bajo lewat Fasmadewi 2025. Catatan Pokdarwis menyebut desa itu menerima 2.000 kunjungan pada Desember 2024 hingga Januari 2025.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengembangkan Desa Warloka Pesisir sebagai destinasi wisata penyangga Labuan Bajo di luar kawasan utama Taman Nasional Komodo. Program itu dijalankan melalui Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata atau Fasmadewi 2025, dengan Warloka Pesisir menjadi salah satu desa sasaran.

Pengembangan ini mendapat dukungan dari Yayasan Bintari, yang pada Februari 2025 menggelar eksplorasi desa bersama pelaku wisata dan masyarakat setempat. Dalam laporan Kementerian Pariwisata, catatan Pokdarwis menyebut kunjungan ke Warloka Pesisir mencapai 2.000 orang selama Desember 2024 hingga Januari 2025.

Atraksi pesisir dan budaya

Warloka Pesisir berada di pesisir Teluk Warloka, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Kementerian Pariwisata menyebut beberapa titik yang dikunjungi wisatawan antara lain Bukit Kenangan, hutan mangrove, dan anjungan swafoto.

Sejumlah media lokal juga melaporkan daya tarik lain di desa itu, seperti pasar barter, situs megalitik, dan Bukit Anjungan. Pemerintah daerah menempatkan kawasan ini sebagai salah satu tujuan untuk memperluas sebaran kunjungan wisatawan di Labuan Bajo.

Dalam pemberitaan lokal pada Maret 2025, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat menyebut Fasmadewi tahun itu dijalankan di dua desa, termasuk Warloka Pesisir. Program tersebut diarahkan untuk pendampingan desa wisata, penguatan atraksi, serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Peran masyarakat dan pelaku wisata

Yayasan Bintari menjelaskan bahwa program pendampingan di Warloka Pesisir melibatkan masyarakat, Pokdarwis, dan pelaku wisata untuk menyusun paket kunjungan yang sesuai dengan pasar Labuan Bajo. Dalam laporan yang sama, organisasi itu juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan pesisir melalui penanaman mangrove dan penguatan mata pencaharian warga.

Pelaku industri wisata setempat juga mendorong penguatan kelembagaan desa agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada sektor tertentu saja. Mereka menilai penjelasan tentang identitas utama desa, sejarah situs, dan tradisi barter penting agar pengalaman wisata memiliki konteks budaya yang jelas.

Dengan modal atraksi alam, budaya, dan kedekatan akses dari Labuan Bajo, Warloka Pesisir kini diposisikan sebagai alternatif kunjungan di luar jalur wisata utama komodo. Pengembangan berikutnya akan bergantung pada pendampingan program, kesiapan kelembagaan desa, dan pengelolaan atraksi yang konsisten.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.