Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Cunca Wulang, Wisata Air Terjun Daratan Dekat Labuan Bajo

Air Terjun Cunca Wulang di Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, menjadi salah satu tujuan wisata daratan yang dapat dikunjungi dari Labuan Bajo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Air Terjun Cunca Wulang di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, dikenal sebagai salah satu tujuan wisata daratan yang dapat dikunjungi dari Labuan Bajo. Destinasi ini menawarkan pemandangan ngarai batu kapur, kolam air jernih, dan jalur trekking melintasi hutan serta sungai.

Cunca Wulang berada di sekitar Desa Wersawe di wilayah Mbeliling, dalam jangkauan perjalanan darat dari pusat Labuan Bajo di pesisir barat Flores. Menurut sejumlah penyedia layanan wisata, jarak dari Labuan Bajo ke titik awal jalur Cunca Wulang umumnya dilaporkan sekitar 25–30 kilometer ke arah timur, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit hingga 1,5 jam menggunakan mobil atau sepeda motor, bergantung pada kondisi jalan dan rute yang diambil.

Perjalanan menuju air terjun biasanya dilanjutkan dengan berjalan kaki dari kampung atau area parkir menuju lokasi utama. Beberapa panduan perjalanan menyebut durasi trekking sekitar 30–45 menit melewati jalur menurun, jembatan gantung, dan tepi sungai. Jalur ini digambarkan sebagai mudah hingga menengah bagi wisatawan dengan kondisi fisik yang cukup bugar, namun tetap dianjurkan menggunakan pemandu lokal yang mengenal medan dan perubahan kondisi cuaca.

Akses dan layanan wisata

Cunca Wulang kerap ditawarkan sebagai bagian dari paket wisata harian dari Labuan Bajo, baik melalui agen perjalanan maupun layanan tur lokal. Cara kunjung yang lazim adalah dengan menyewa mobil atau sepeda motor dari Labuan Bajo, lalu melanjutkan dengan berjalan kaki bersama pemandu dari kampung terdekat menuju ngarai.

Sejumlah informasi pariwisata menyebut bahwa di titik awal jalur tersedia pos penerimaan pengunjung yang mengatur tiket masuk dan pemandu lokal. Wisatawan biasanya membayar kontribusi masuk dan biaya jasa pemandu sebelum memulai trekking. Pembayaran dilakukan secara langsung di lokasi, umumnya menggunakan uang tunai.

Aktivitas yang ditawarkan di Cunca Wulang meliputi berenang di kolam sungai, menyusuri ngarai batu, dan pada musim kemarau tertentu lompat tebing dari ketinggian yang bervariasi. Karena aliran sungai dapat berubah drastis pada musim hujan, penyedia tur menekankan pentingnya mengikuti arahan pemandu dan memperhatikan larangan berenang ketika debit air meningkat.

Tarif dan jam operasional

Informasi resmi pariwisata yang tersedia menyatakan bahwa tiket masuk Air Terjun Cunca Wulang berada dalam kisaran Rp 20.000–Rp 50.000 per orang, dengan jam operasional setiap hari sekitar pukul 08.00–17.00 WITA. Di luar tiket masuk, wisatawan biasanya mengenakan biaya tambahan untuk pemandu lokal atau paket tur yang mengatur transportasi dan layanan pendamping selama trekking.

Beberapa sumber komersial dan panduan perjalanan menyebut tarif pemandu lokal di kisaran puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per rombongan, bergantung pada kesepakatan, rute, dan layanan tambahan. Karena perbedaan informasi antarsumber, wisatawan dianjurkan memastikan kembali besaran tarif terbaru kepada pengelola lokasi atau agen perjalanan sebelum berangkat.

Fasilitas dan keselamatan

Air Terjun Cunca Wulang digambarkan sebagai destinasi yang masih cukup alami dengan fasilitas dasar di area kampung dan titik awal trekking. Di beberapa uraian perjalanan, pengunjung melewati jembatan gantung dan jalur tanah yang licin saat hujan, sehingga alas kaki yang nyaman dan tahan selip menjadi bagian penting persiapan kunjungan.

Di area sungai dan ngarai, pengunjung biasanya berenang atau menikmati pemandangan dari tepian batu. Pemandu lokal berperan memberi arahan mengenai titik aman untuk berenang dan melompat, serta mengingatkan wisatawan agar tidak memasuki area berbahaya ketika debit air tinggi. Pada musim hujan atau saat aliran sungai deras, sejumlah panduan menyarankan menunda aktivitas berenang atau lompat tebing demi keselamatan.

Informasi mengenai fasilitas seperti toilet, tempat istirahat, dan layanan pertolongan pertama disebut tersedia secara terbatas dan bergantung pada pengelolaan lokal di kampung. Wisatawan dianjurkan membawa perlengkapan pribadi yang memadai, termasuk air minum, pakaian ganti, dan obat-obatan dasar.

Alternatif wisata daratan dari Labuan Bajo

Bagi pengunjung yang selama ini mengenal Labuan Bajo terutama sebagai pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo, Cunca Wulang menjadi salah satu contoh daya tarik wisata daratan di wilayah Manggarai Barat. Perjalanan menuju air terjun memperlihatkan bentang alam perbukitan, persawahan, dan kampung-kampung di pedalaman Flores bagian barat.

Dengan kombinasi perjalanan darat dan trekking singkat, kunjungan ke Cunca Wulang umumnya dapat ditempuh dalam satu hari dari Labuan Bajo. Hal ini menjadikan destinasi tersebut sebagai pilihan bagi wisatawan yang ingin melengkapi pengalaman pelayaran ke pulau-pulau dengan aktivitas di daratan, sekaligus mengenal lanskap dan kehidupan di kawasan Mbeliling.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.