Kabar Labuan Bajo

Selasa, 13 Oktober 2026

Apakah Komodo Beracun? Ini Penjelasan tentang Bisa dan Gigitannya

Komodo bukan hewan beracun dalam arti membahayakan jika dimakan, melainkan reptil berbisa. Penelitian 2009 menemukan kelenjar bisa yang memperparah luka gigitan dan dapat memicu perdarahan serta syok.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Potret jarak dekat kepala seekor komodo dengan latar belakang buram.
Ilustrasi: Potret jarak dekat kepala seekor komodo dengan latar belakang buram. · Foto: Miguel Cuenca / Pexels

Ya. Komodo berbisa, bukan beracun dalam pengertian hewan yang membahayakan saat dimakan. Penelitian yang terbit di Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2009 menemukan kelenjar bisa di rahang bawah komodo. Bisa itu memperparah luka gigitan dengan menghambat pembekuan darah dan menurunkan tekanan darah.

Apakah komodo berbisa atau beracun?

Istilah yang tepat adalah berbisa. Bisa disalurkan melalui gigitan, sedangkan “beracun” biasanya merujuk pada zat yang membahayakan bila tertelan atau tersentuh. Karena itu, pertanyaan “apakah komodo beracun” perlu dijawab dengan pembedaan istilah tersebut.

Studi Bryan G. Fry dan 27 peneliti lain yang terbit pada 2009 menyimpulkan komodo memiliki perangkat berburu gabungan: gigi bergerigi yang menimbulkan luka dalam dan bisa yang memperkuat dampak luka. Penelitian itu diterbitkan dalam PNAS, menurut PubMed, 2009.

Bagaimana bisa komodo bekerja?

Analisis dalam penelitian tersebut menunjukkan aktivitas bisa mencakup antikoagulasi dan pemicu syok. Artinya, bisa mengganggu pembekuan darah dan membantu menurunkan tekanan darah pada mangsa, menurut PubMed, 2009.

Temuan itu juga menolak anggapan lama bahwa mangsa terutama mati karena bakteri beracun di mulut komodo. Penelitian PNAS menjelaskan bahwa efek luka dalam diperkuat oleh bisa, bukan semata-mata oleh infeksi bakteri, menurut PNAS, 2009.

Apakah gigitan komodo berbahaya bagi manusia?

Ya. Bahayanya berasal dari gabungan luka sobek akibat gigi dan efek bisa terhadap perdarahan serta tekanan darah. Literatur medis tentang gigitan komodo pada manusia masih terbatas; sebuah laporan dalam Wilderness & Environmental Medicine menyebut pencarian literaturnya tidak menemukan laporan kasus manusia yang terdokumentasi dalam PubMed, menurut Borek dan Charlton, 2015.

Keterbatasan laporan medis tidak berarti gigitan itu ringan. Penelitian ilmiah tentang komodo membuktikan keberadaan kelenjar dan senyawa bisa, sementara luka mekanis tetap menjadi bagian penting dari risiko gigitan.

Apa artinya bagi wisatawan di Taman Nasional Komodo?

Komodo di kawasan Labuan Bajo dan pulau-pulau Taman Nasional Komodo adalah satwa liar, bukan hewan yang dapat didekati seperti satwa peliharaan. Bagi keselamatan pelayaran dan kunjungan wisata, fakta biologis ini berarti interaksi langsung—terutama mendekatkan tangan atau tubuh ke komodo—memiliki risiko gigitan.

Kesimpulannya, komodo tidak “beracun” karena memakan atau menyentuhnya, tetapi komodo adalah hewan berbisa yang gigitannya dapat menyebabkan luka serius dan gangguan perdarahan. Jawaban singkat itu tidak mengubah kewajiban mengikuti pengaturan petugas di dalam kawasan konservasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.