Kabar Labuan Bajo

Selasa, 13 Oktober 2026

Kementerian PU Siagakan Sarana Air Bersih Pascagempa Flores

Kementerian Pekerjaan Umum menyiagakan 20 mobil tangki, 97 hidran umum, dan sarana sanitasi untuk pemulihan pascagempa Flores hingga 7 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Keran air luar ruangan pada pipa besi dengan tetesan air yang menetes ke bawah.
Ilustrasi: Keran air luar ruangan pada pipa besi dengan tetesan air yang menetes ke bawah. · Foto: Rajesh S Balouria / Pexels

Kabupaten Manggarai — Kementerian Pekerjaan Umum menyiagakan sarana tanggap darurat untuk pemulihan pascagempa Flores hingga 7 Oktober 2026. Sarana itu ditempatkan untuk mendukung pemenuhan air bersih, sanitasi, dan layanan prasarana dasar di wilayah terdampak.

Mengapa ini penting: Warga terdampak gempa di sejumlah kabupaten Flores mendapat dukungan air bersih, sanitasi, dan perbaikan prasarana melalui sarana tanggap darurat yang disiagakan hingga 7 Oktober 2026.

Menurut Pos Kupang, sarana yang disiagakan terdiri atas 20 mobil tangki air, 97 hidran umum, 17 toilet portabel, tiga mobil tinja atau vakum, dua mobil instalasi pengolahan air, dua tangki biority, dua truk jungkit, dan satu mobil toilet.

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU sebelumnya menyalurkan lebih dari 1,168 juta liter air bersih kepada lebih dari 41.407 jiwa di enam kabupaten. Penyaluran berlangsung selama masa tanggap darurat, 19 Agustus hingga akhir September 2026, melalui 15 titik posko terpadu dan posko mandiri, menurut laporan Pos Kupang.

Kementerian PU juga menyediakan 31 bilik toilet darurat di 11 titik posko pengungsian yang tersebar di empat kabupaten. Fasilitas itu melayani sekitar 10.410 jiwa.

Distribusi dan pemulihan infrastruktur

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU mencatat distribusi air bersih pada 18–20 Agustus 2026 di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka. Di Manggarai, distribusi dilakukan di Kecamatan Reok; di Manggarai Timur, bantuan disalurkan di Kecamatan Borong.

Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II juga mengirim empat tandon air dengan total kapasitas 4.800 liter. Selain itu, balai tersebut menyiapkan survei geolistrik untuk memetakan potensi air tanah bagi pengembangan sumber air baru untuk 7.000 warga di delapan desa Kabupaten Sikka.

Selain layanan air, Kementerian PU menangani infrastruktur terdampak. JPNN melaporkan hingga 5 Oktober 2026 sebanyak 1.024 infrastruktur di delapan kabupaten atau kota telah ditangani. Infrastruktur sumber daya air yang diverifikasi meliputi dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, dan 15 sumur air baku.

Di Kabupaten Ende, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti meninjau fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum Perumda Tirta Kelimutu pada 1 Oktober 2026. Menurut RRI, ia memerintahkan perbaikan pipa di kantor Perumda, pembangunan tembok penahan tanah di Kecamatan Maurole, dan penggantian pipa transmisi sepanjang 121 meter di jembatan Nangaba.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.