Kabar Labuan Bajo

Senin, 12 Oktober 2026

Mengapa Destinasi Daratan Flores Disiapkan Saat TN Komodo Dibatasi?

Pemkab Manggarai Barat dan Kementerian Pariwisata membahas penguatan destinasi daratan Flores setelah wacana pembatasan daya tampung Taman Nasional Komodo.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan pepohonan rimbun, area persawahan, dan perbukitan berlatar langit biru.
Ilustrasi: Pemandangan pepohonan rimbun, area persawahan, dan perbukitan berlatar langit biru. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Kementerian Pariwisata membahas strategi pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo pada 4 Maret 2026, setelah muncul wacana pembatasan daya tampung pengunjung Taman Nasional Komodo.

Pembahasan itu mengarahkan perhatian pada pengembangan destinasi di daratan utama Flores. Pemerintah daerah menilai langkah tersebut diperlukan untuk menyebarkan kunjungan wisatawan dan mengantisipasi kejenuhan wisatawan yang menuju kawasan Taman Nasional Komodo.

Kementerian Pariwisata menyebut isu daya tampung Taman Nasional Komodo menjadi perhatian internasional. Strategi jangka pendek, menengah, dan panjang dibahas, termasuk penguatan daya tarik wisata di daratan utama.

Mengapa diversifikasi destinasi Flores penting bagi wisatawan

Bagi wisatawan yang datang melalui Labuan Bajo, pengembangan destinasi daratan dapat memperluas pilihan perjalanan di luar kawasan taman nasional. Bagi pelaku usaha dan masyarakat Manggarai Barat, penyebaran kunjungan berpotensi membuat manfaat pariwisata tidak hanya bertumpu pada rute menuju pulau-pulau di Taman Nasional Komodo.

Pembatasan daya tampung belum disebut sebagai keputusan final dalam laporan pemerintah daerah. Yang dibahas ialah kebutuhan menyiapkan destinasi alternatif di daratan utama Flores sekaligus menindaklanjuti isu kapasitas kawasan konservasi.

Pengelolaan daya tampung akan dibahas lebih teknis dengan melibatkan Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Balai Taman Nasional Komodo, dan Kementerian Kehutanan. Forum lanjutan itu diarahkan untuk mencari solusi jangka pendek, menengah, dan panjang serta menyiapkan destinasi daratan secara lebih spesifik.

Pemerintah daerah juga mendorong percepatan penyusunan Rencana Induk Pariwisata Daerah Manggarai Barat periode 2025-2035 sebagai pijakan pengembangan pariwisata di wilayah tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.