Pemkab Manggarai Barat Dorong Desa Kembangkan Wisata Berkarakter Lokal
Pemkab Manggarai Barat mendorong desa menggali atraksi alam dan budaya lokal agar pilihan wisata tak hanya bertumpu pada Taman Nasional Komodo.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat mendorong pemerintah desa dan warga mengembangkan potensi wisata yang unik, alami, dan berciri lokal. Kepala dinas Pius Baut menyampaikan dorongan itu pada Jumat, 3 Juni 2022, dengan menekankan bahwa desa bisa menjadi sumber atraksi wisata di luar kawasan Taman Nasional Komodo.
Dalam pemberitaan Victory News Manggarai Barat, Pius mengatakan Manggarai Barat memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat digarap sebagai daya tarik wisata desa. Ia juga mendorong pemerintah desa menggali potensi masing-masing wilayah melalui inovasi dan kreativitas, tanpa bergantung pada pembangunan yang mahal.
Pius menyebut pemerintah kabupaten berencana mengembangkan destinasi desa budaya. Menurut dia, keterlibatan masyarakat penting karena warga berperan dalam menjaga, menampilkan, dan menghidupkan daya tarik budaya setempat.
Laporan yang sama menyebut sejumlah contoh pengembangan di desa, antara lain Desa Liang Ndara di Kecamatan Mbeliling yang mengembangkan atraksi tari Caci melalui sanggar budaya, serta Desa Galang di Kecamatan Welak yang menata destinasi Istana Ular dan menyiapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan produk tenun serta makanan lokal.
Pius juga mengatakan pengembangan desa wisata dapat menambah pilihan destinasi bagi wisatawan, meningkatkan pendapatan desa, dan menggerakkan usaha kecil di sekitar lokasi wisata. Ia menyebut pemerintah kabupaten berkomitmen mengembangkan desa wisata sebagai bagian dari penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Manggarai Barat.
Pengurus Asita Cabang Manggarai Barat, Donatus Matur, dalam laporan yang sama menilai masih banyak desa yang memiliki potensi wisata namun belum dimanfaatkan optimal. Ia mendorong pembenahan kebersihan, keamanan, higienitas, dan kelestarian lingkungan di lokasi wisata, serta program pendampingan agar desa mampu mengelola potensi itu secara berkelanjutan.
Dalam pemberitaan lain pada periode yang sama, Pius juga menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Manggarai Barat diarahkan pada konsep ekowisata dan desa wisata. Ia menyebut desa-desa di sekitar Labuan Bajo memiliki atraksi alam dan budaya yang bisa memperluas pilihan wisata di luar pusat kunjungan utama.
Sumber
Berita berikutnya
Warga Pulau Seraya Kecil Transplantasi 500 Stek Terumbu Karang
Kelompok masyarakat Pulau Seraya Kecil bersama komunitas penyelam transplantasi sekitar 500 stek terumbu karang pada 28 Mei 2022 di perairan Taman Lau…
Baca juga




