Pemerintah Percepat Pemulihan Lima Bandara Terdampak Gempa NTT
Kementerian Perhubungan memeriksa dan mempercepat pemulihan fasilitas di lima bandara NTT yang terdampak gempa 15 Agustus 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Perhubungan mempercepat pemulihan fasilitas di lima bandar udara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam perkembangan lain, maskapai Wings Air membatalkan empat penerbangan pada Selasa, 1 September 2026, akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan pemeriksaan terhadap lima bandar udara, yakni Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman di Ende, Bandar Udara Soa di Bajawa, dan Bandar Udara Frans Sales Lega di Ruteng.
Menurut siaran resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, peninjauan dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi infrastruktur dan fasilitas penerbangan serta percepatan pemulihan pascagempa.
Lukman menjelaskan pemeriksaan difokuskan pada kondisi struktur bangunan, fasilitas operasional, serta layanan keselamatan penerbangan. Temuan awal meliputi retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung pelayanan kebakaran penerbangan (PKP-PK), dan fasilitas pendukung lain di beberapa bandara.
Dalam keterangan yang sama, Lukman menyebut lima bandar udara yang dilaporkan terdampak adalah Bandara Komodo, Bandara H. Hasan Aroeboesman, Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Bandara Frans Sales Lega, dan Bandara Soa. Pemeriksaan kemudian diperluas dengan melibatkan Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere untuk memetakan kebutuhan penanganan pascagempa.
Kementerian Perhubungan menyatakan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penentuan prioritas rehabilitasi dan penguatan fasilitas, agar operasional penerbangan di NTT dapat berjalan kembali dengan memenuhi standar keselamatan dan keamanan.
Empat penerbangan Wings Air dibatalkan
Wings Air membatalkan sementara empat penerbangan pada Selasa, 1 September 2026, sebagai langkah untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan akibat dampak penyebaran abu vulkanik dari Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata.
Menurut keterangan resmi Wings Air, penerbangan yang dibatalkan adalah nomor penerbangan IW1929 rute Kupang–Larantuka, IW1928 rute Larantuka–Kupang, IW1995 rute Kupang–Lewoleba, dan IW1994 rute Lewoleba–Kupang. Keberangkatan seluruh penerbangan dijadwalkan pada pagi hari waktu Indonesia tengah.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan pembatalan dilakukan menyusul pemberitahuan otoritas penerbangan mengenai dampak sebaran abu vulkanik di sekitar Bandar Udara Gewayantana Larantuka dan Bandar Udara Wunopito Lewoleba. Langkah itu diambil untuk menghindari risiko terhadap keselamatan penerbangan.
Wings Air menjelaskan abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu instrumen navigasi dan komunikasi, serta berpotensi masuk ke mesin pesawat dan memengaruhi kinerja komponen. Maskapai menyatakan akan melanjutkan layanan penerbangan setelah ruang udara dan kondisi bandara dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan diberi pilihan pengembalian dana atau mengubah jadwal perjalanan sesuai ketentuan maskapai. Wings Air menyebut kebijakan tersebut bagian dari upaya menjaga perlindungan hak penumpang selama gangguan operasional akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok.
Pemulihan bertahap fasilitas penerbangan
Kementerian Perhubungan menegaskan koordinasi dengan pengelola bandar udara dan penyelenggara layanan navigasi penerbangan akan dilanjutkan untuk memantau perkembangan kondisi di lima bandara terdampak gempa. Tingkat kerusakan di masing-masing bandara menjadi dasar penentuan prioritas penanganan, agar pemulihan dilakukan bertahap tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Melalui langkah pemeriksaan dan percepatan rehabilitasi, pemerintah berharap konektivitas udara di Flores dan NTT bagian timur tetap terjaga, sekaligus memastikan layanan transportasi bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal dapat kembali berjalan secara aman.
Sumber
Berita berikutnya

Pendataan Kerusakan Infrastruktur Pascagempa NTT Masih Berlangsung
Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti menyebut pendataan kerusakan infrastruktur akibat gempa NTT masih berjalan.
Baca juga



