Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemerintah Arahkan Investasi Pariwisata ke Destinasi Prioritas, Labuan Bajo Diincar

Pemerintah pusat mendorong diversifikasi investasi pariwisata ke luar Jakarta dan Bali. Labuan Bajo disebut sebagai salah satu destinasi prioritas dengan prospek kenaikan investasi sektor pariwisata.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo from a boat.
Foto arsip: Labuan Bajo from a boat. · Foto: Hotel Kaesong / Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0

Labuan Bajo — Pemerintah pusat mengarahkan investasi pariwisata ke 13 destinasi prioritas dan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di luar Jakarta dan Bali. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi yang memiliki prospek besar dalam forum Monthly Economic Diplomatic Breakfast bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta pada Jumat, 11 September 2026.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Pariwisata yang dikutip sejumlah media, realisasi investasi pariwisata nasional mencapai rekor sekitar Rp73,56 triliun pada 2025. Sekitar 76,5 persen investasi tersebut terkonsentrasi di Jakarta dan Bali, dengan 75 persen di antaranya masih berupa pembangunan hotel dan restoran.

Widiyanti mengatakan pemerintah kini melakukan diversifikasi investasi di destinasi prioritas di luar Jakarta dan Bali. Dalam penjelasan yang disampaikan dalam forum dengan Kadin Indonesia, ia menegaskan pemerintah aktif mengundang investor asing dan mitra internasional untuk mengarahkan modal ke 13 Destinasi Prioritas dan 10 KEK pariwisata, dengan sektor yang dituju lebih beragam dibandingkan hotel dan restoran.

Peluang Labuan Bajo di luar hotel dan restoran

Dalam pernyataan yang diberitakan media nasional, investasi pariwisata yang didorong pemerintah tidak hanya menyasar akomodasi dan restoran. Arah baru mencakup infrastruktur pendukung aksesibilitas, marina kapal pesiar, dan pengembangan atraksi wisata baru.

Labuan Bajo disebut sebagai bagian dari destinasi pariwisata prioritas yang tengah dikejar percepatan pengembangannya. Dokumen rencana strategis Kementerian Pariwisata 2025–2029 memasukkan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi yang menjadi sasaran percepatan pembangunan, dengan target kenaikan nilai investasi sektor pariwisata dari tahun ke tahun.

Bagi Labuan Bajo, kebijakan diversifikasi investasi membuka peluang untuk memperkuat konektivitas, memperpanjang masa tinggal wisatawan, dan memperluas jenis usaha di luar produk wisata utama yang sudah dikenal, seperti perjalanan ke Taman Nasional Komodo. Pengembangan atraksi baru berpotensi mendorong usaha jasa, kuliner, dan rekreasi sepanjang dirancang sejalan dengan kapasitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat setempat.

Manfaat ekonomi dan peran Kadin

Pemerintah menyatakan pemerataan investasi pariwisata ke luar Jakarta dan Bali diharapkan menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tujuan wisata. Dalam forum yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor dengan peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

James menilai tantangan utama bukan ketersediaan destinasi, melainkan mengubah potensi alam dan budaya menjadi aktivitas ekonomi. Dalam paparannya, ia menjelaskan perlunya mengonversi keindahan alam menjadi aksesibilitas, aksesibilitas menjadi pengalaman, pengalaman menjadi pembelanjaan, pembelanjaan menjadi investasi, dan investasi menjadi kemakmuran bagi masyarakat.

Kadin mendorong agar kebijakan pariwisata memperkuat ekosistem yang menghubungkan destinasi dengan transportasi, akomodasi, promosi, layanan, dan pengalaman wisata yang konsisten. Langkah yang disebut antara lain pembukaan rute penerbangan baru, peningkatan konektivitas bandara, pembangunan marina, penyesuaian kebijakan visa, penataan kawasan wisata dan pusat belanja, serta pengembangan produk wisata.

Konteks kebijakan dan posisi Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata menempatkan diversifikasi investasi sebagai bagian dari upaya pemerataan manfaat pariwisata. Dengan realisasi investasi nasional yang naik, pemerintah ingin porsi modal di destinasi prioritas seperti Labuan Bajo meningkat dan tidak lagi tertinggal dibandingkan Jakarta dan Bali.

Dalam dokumen perencanaan resmi, Labuan Bajo termasuk dalam kelompok destinasi yang diproyeksikan menerima peningkatan nilai investasi pariwisata setiap tahun hingga 2029. Target tersebut menjadi dasar pemerintah mengundang investor untuk mengembangkan infrastruktur dan atraksi baru di kawasan ini.

Bagi masyarakat di Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai Barat, arah kebijakan ini menempatkan kawasan sebagai salah satu magnet modal di Indonesia timur. Namun, keberhasilan kebijakan akan bergantung pada detail proyek yang ditawarkan, pola kemitraan dengan pelaku lokal, serta pengelolaan dampak lingkungan dan sosial di kawasan pesisir dan perbukitan yang menjadi ruang hidup warga.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.