Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BMKG Prakirakan Gelombang Laut Flores 1,1–1,6 Meter pada 10–13 September

BMKG memprakirakan tinggi gelombang signifikan di Laut Flores berada pada kisaran sekitar 1,1–1,6 meter pada periode 10–13 September 2026, dengan angin timuran dan arus permukaan menuju barat daya.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Torrevieja - Museo Flotante, Pailebote Pascual Flores.
Foto arsip: Torrevieja - Museo Flotante, Pailebote Pascual Flores. · Foto: Zarateman / Wikimedia Commons, CC0

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang signifikan di Laut Flores berada pada kisaran sekitar 1,1–1,6 meter pada periode 10–13 September 2026, dengan angin timuran dan arus permukaan yang cenderung bergerak ke barat daya.

Menurut laman prakiraan cuaca perairan Laut Flores BMKG, periode valid prakiraan ditetapkan 10 September 2026 pukul 00.00 hingga 13 September 2026 pukul 00.00 waktu Indonesia barat. Dalam tabel per jam, BMKG mencatat kondisi berawan tebal, angin dari timur sekitar belasan knot, hembusan angin yang lebih kencang, gelombang dalam kategori rendah hingga sedang, serta arus menuju barat daya.

Dokumen PDF prakiraan cuaca maritim Laut Flores yang diterbitkan Pusat Meteorologi Maritim BMKG untuk 10 September 2026 pukul 07.00 WIB sampai 11 September 2026 pukul 06.00 WIB memuat rincian serupa. Dalam dokumen itu, BMKG menuliskan tinggi gelombang signifikan di Laut Flores dalam rentang sekitar 1 meter lebih, dengan angin timuran dan arus yang mengarah ke barat daya.

Cara membaca prakiraan BMKG

BMKG membedakan antara kecepatan angin reguler dan hembusan angin atau gust. Kecepatan angin reguler menunjukkan aliran angin yang diprakirakan berlangsung, sedangkan gust menggambarkan peningkatan singkat dan tiba-tiba.

Dalam prakiraan maritim, BMKG menggunakan satuan knot untuk kecepatan angin dan arus. Satu knot setara dengan sekitar 1,852 kilometer per jam. Dengan demikian, angin 15 knot kira-kira setara dengan 27,8 kilometer per jam, sedangkan hembusan 29 knot sekitar 53,7 kilometer per jam.

Tinggi gelombang signifikan adalah besaran statistik yang menggambarkan rata-rata tinggi sekelompok gelombang tertinggi dalam suatu periode, sehingga tidak seluruh gelombang akan memiliki tinggi yang sama persis dengan angka prakiraan.

Ringkasan kondisi Laut Flores

Berdasarkan tampilan prakiraan perairan Laut Flores BMKG untuk periode 10–13 September 2026, kondisi umum digambarkan sebagai berikut:

  • Cuaca didominasi berawan tebal.
  • Angin berasal dari timur dengan kecepatan belasan knot.
  • Hembusan angin atau gust tercatat lebih tinggi daripada kecepatan angin rata-rata.
  • Tinggi gelombang signifikan berada pada kisaran sekitar 1,1–1,6 meter, dalam kategori rendah hingga sedang menurut klasifikasi BMKG.
  • Arus permukaan mengarah ke barat daya dengan kecepatan lebih dari 1 knot.

Dalam keterangan tambahan, BMKG menyebut adanya potensi gelombang sedang dengan ketinggian sekitar 1,5 meter di perairan Laut Flores dan mengimbau pengguna untuk berhati-hati serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Konteks Nusa Tenggara Timur

Informasi prakiraan Laut Flores perlu dibaca bersama peringatan untuk perairan Nusa Tenggara Timur secara lebih luas. Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang BMKG, sebagaimana dikutip media publik, menyampaikan pada pertengahan September 2026 bahwa gelombang kategori sedang dengan ketinggian lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan NTT, termasuk perairan sekitar Flores dan kawasan wisata bahari.

Media yang sama juga merangkum imbauan BMKG agar masyarakat dan pelaku pelayaran mewaspadai gelombang sedang di berbagai selat dan perairan, serta selalu memperhatikan pembaruan informasi cuaca dan arahan otoritas pelabuhan sebelum melakukan perjalanan laut.

Imbauan bagi pelayaran wisata

Prakiraan BMKG adalah rujukan awal yang membantu operator kapal dan wisatawan memahami kecenderungan cuaca dan laut. Keputusan berlayar tetap perlu mempertimbangkan pembaruan terbaru dari BMKG, kondisi kapal, rute, dan kebijakan otoritas pelabuhan.

Angka gelombang signifikan dan kecepatan angin sebaiknya tidak dibaca secara terpisah, melainkan bersama arah angin, arus, dan jadwal pelayaran. Pada kapal berukuran kecil atau rute yang melawan arus, perubahan kecepatan angin dan arus dapat memengaruhi manuver, konsumsi bahan bakar, dan kenyamanan penumpang.

Operator kapal wisata disarankan memeriksa buletin maritim Laut Flores dan informasi perairan NTT sebelum keberangkatan, sedangkan wisatawan mengikuti keputusan operator dan arahan otoritas setempat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.