Kabar Labuan Bajo

Jumat, 23 Oktober 2026

Apa arti lemahnya verifikasi operator wisata di Labuan Bajo

Pemkab Manggarai Barat menyebut basis data pelaku usaha pariwisata tersedia, tetapi pengawasan operator wisata terbagi pada sejumlah kewenangan. Wisatawan perlu memeriksa jalur resmi sebelum bertransaksi.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seekor komodo sedang berbaring di atas pasir pantai.
Ilustrasi: Seekor komodo sedang berbaring di atas pasir pantai. · Foto: Veronika Andrews / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyebut verifikasi agen wisata masih lemah dan mengingatkan wisatawan untuk mengecek legalitas operator sebelum bertransaksi.

Pemerintah daerah menyatakan telah memiliki basis data pelaku usaha pariwisata melalui dinas perizinan. Data tersebut memuat daftar pelaku usaha pariwisata yang beroperasi di Labuan Bajo, sehingga dapat menjadi rujukan awal bagi calon wisatawan.

Namun, pengawasan tidak sepenuhnya berada di Dinas Pariwisata. Kewenangan pengaturan dan pengawasan terbagi pada sejumlah pihak. Karena itu, keberadaan basis data belum otomatis berarti setiap penawaran perjalanan telah diverifikasi secara terbuka dan mudah diakses wisatawan.

Mengapa pengecekan operator penting bagi wisatawan Labuan Bajo

Risiko perjalanan bodong tidak hanya berkaitan dengan kerugian uang, tetapi juga keselamatan dan citra destinasi. Wisatawan perlu memastikan agen memiliki izin resmi, alamat dan kantor yang jelas, serta dapat ditemukan melalui jalur pemerintah daerah atau asosiasi pariwisata yang terdaftar.

Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 mengatur standar kegiatan usaha, tata cara pengawasan, dan sanksi administratif pada perizinan berusaha berbasis risiko sektor pariwisata. Regulasi tersebut berlaku dan menjadi salah satu dasar standardisasi pelaku usaha pariwisata.

Pemerintah daerah menggandeng Sekretariat Bersama Asosiasi Pariwisata untuk mendorong pengawasan internal. Mekanisme ini diharapkan membantu mendeteksi pelaku usaha bermasalah, memperkuat verifikasi, dan mengurangi risiko penipuan.

Polres Manggarai Barat mengimbau pengusaha perjalanan dan wisatawan memverifikasi legalitas agen melalui jalur resmi atau asosiasi terdaftar sebelum transaksi. Pemerintah daerah juga mengakui perlunya basis data yang dapat diakses, kanal pengaduan yang jelas, dan verifikasi agen yang terbuka agar perlindungan wisatawan tidak berhenti pada pembagian kewenangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.