Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pajak Hotel, Restoran, dan Hiburan Jadi Penopang PAD Manggarai Barat

Penelitian 2025 tentang Manggarai Barat mencatat pajak hotel, restoran, dan hiburan sebagai penopang utama PAD 2022–2024. Realisasi PAD naik, tetapi tetap di bawah target dalam data yang dipublikasikan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Penelitian tentang kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan sebagai tiga komponen utama pada 2022–2024. Artikel ilmiah itu juga mencantumkan data target dan realisasi PAD serta pajak daerah dari Badan Pendapatan Daerah Manggarai Barat.

Dalam artikel yang terbit pada 2025 di JUMPA, Priska Yuliani dari Program Studi Akuntansi Perpajakan Politeknik eLbajo Commodus menulis bahwa kontribusi pariwisata terhadap PAD tetap tumbuh selama periode kajian, meski belum seluruh target tercapai. Temuan itu disusun dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.

Berdasarkan tabel yang dimuat artikel tersebut, target PAD Manggarai Barat naik dari Rp248,36 miliar pada 2022 menjadi Rp313,11 miliar pada 2024. Realisasinya bergerak dari Rp190,82 miliar pada 2022 menjadi Rp273,71 miliar pada 2024.

Tiga sumber penerimaan

Artikel itu menempatkan pajak hotel sebagai penyumbang terbesar di antara tiga komponen yang dibahas. Realisasinya disebut mencapai Rp34,28 miliar pada 2022, Rp54,10 miliar pada 2023, dan Rp62,60 miliar pada 2024.

Pajak restoran juga meningkat dari Rp24,49 miliar pada 2022 menjadi Rp38,11 miliar pada 2023 dan Rp38,89 miliar pada 2024. Sementara itu, pajak hiburan jauh lebih kecil, yakni Rp34,28 miliar pada 2022, Rp600,05 juta pada 2023, dan Rp471,63 juta pada 2024.

Data itu menunjukkan pajak hotel dan restoran menjadi penopang utama PAD dari sektor pariwisata. Dalam tabel yang sama, total realisasi pajak daerah dari tiga pos tersebut pada 2024 berada di atas capaian tahun sebelumnya.

Tren dan catatan penelitian

Penelitian tersebut menyebut kenaikan penerimaan berkaitan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Di sisi lain, penulis mencatat ada kendala kepatuhan pelaku usaha dalam melaporkan pajak, keterbatasan infrastruktur, serta promosi dan pengawasan yang belum optimal.

Penulis juga menyebut pemerintah daerah menempuh intensifikasi dan ekstensifikasi pajak untuk memperluas basis penerimaan. Dalam penjelasan penelitian, langkah itu diarahkan untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak dan memperkuat penerimaan daerah.

Studi ini tidak memisahkan kontribusi masing-masing pajak terhadap total PAD dalam bentuk persentase pada tubuh artikel yang tersedia, tetapi angka target dan realisasi yang dicantumkan cukup menunjukkan arah kenaikan penerimaan selama periode 2022–2024. Pada 2024, realisasi PAD masih berada di bawah target, namun selisihnya mengecil dibanding 2022.

Rincian yang tercantum dalam tabel penelitian

  • PAD: target Rp248,36 miliar pada 2022; Rp272,73 miliar pada 2023; Rp313,11 miliar pada 2024.
  • PAD: realisasi Rp190,82 miliar pada 2022; Rp249,06 miliar pada 2023; Rp273,71 miliar pada 2024.
  • Pajak hotel: realisasi Rp34,28 miliar pada 2022; Rp54,10 miliar pada 2023; Rp62,60 miliar pada 2024.
  • Pajak restoran: realisasi Rp24,49 miliar pada 2022; Rp38,11 miliar pada 2023; Rp38,89 miliar pada 2024.
  • Pajak hiburan: realisasi Rp34,28 miliar pada 2022; Rp600,05 juta pada 2023; Rp471,63 juta pada 2024.

Penelitian itu dapat dibaca sebagai dasar evaluasi bagi Badan Pendapatan Daerah Manggarai Barat untuk menajamkan pengukuran kinerja pajak pariwisata. Namun, angka-angka yang dipublikasikan baru memperlihatkan tren umum kontribusi tiga jenis pajak, bukan rincian penuh seluruh komponen penerimaan pariwisata daerah.

Artikel ilmiah itu diserahkan pada 4 Oktober 2025, direvisi pada 16 Desember 2025, diterima pada 24 Desember 2025, dan diterbitkan pada 27 Desember 2025.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.