OPW Bersihkan Jalur Alternatif Gang Pengadilan–Wae Mata
Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) menggelar kerja bakti membersihkan jalur alternatif yang menghubungkan Gang Pengadilan dan Wae Mata di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, pada Minggu, 13 September 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) menggelar aksi bersih-bersih di jalur alternatif yang menghubungkan Gang Pengadilan dengan Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 13 September 2026. Aksi tersebut digelar setelah para pemuda melihat kondisi jalur yang kotor dan kurang terawat.
Sampah berserakan di sejumlah titik dan rumput liar mulai menutupi sebagian badan jalan. Kondisi itu dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalur yang masih dimanfaatkan warga dan wisatawan.
Ketua OPW Usman Kardiyanato mengatakan kebersihan jalur perlu dijaga karena lingkungan yang tidak terawat dapat memengaruhi citra Desa Gorontalo dan Labuan Bajo sebagai daerah wisata. Ia menilai jalur alternatif tetap penting bagi warga dan pengunjung yang melintas.
Kerja bakti dan pemasangan imbauan
Dalam kerja bakti tersebut, para pemuda OPW memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalur. Mereka juga membersihkan rumput liar dan memangkas pepohonan yang menghalangi badan jalan.
OPW memasang imbauan agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Tulisan “DILARANG!! MEMBUANG SAMPAH DI TEMPAT INI” dipasang pada sebuah kontainer sampah di lokasi jalur alternatif.
Usman menyebut aksi bersih-bersih sebagai langkah awal untuk mendorong kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan di jalur tersebut. Ia mengajak warga dan para pengguna jalan ikut menjaga kebersihan agar sampah tidak kembali menumpuk.
Data kegiatan yang disampaikan OPW dan media lokal mencakup waktu pelaksanaan pada Minggu, 13 September 2026, lokasi di jalur alternatif Gang Pengadilan–Wae Mata, Desa Gorontalo, serta pelaksana kegiatan yaitu Organisasi Pemuda Wae Mata.
Jalur alternatif tetap dimanfaatkan warga
Seorang pengguna jalan, Imran, mengapresiasi kerja bakti yang dilakukan OPW dan menilai jalur alternatif tetap perlu dirawat. Menurut dia, kebersihan jalur memengaruhi kenyamanan orang yang melintas karena pemandangan yang kotor tidak sedap dipandang.
Usman menjelaskan jalur alternatif Gang Pengadilan–Wae Mata kerap dilalui warga dan wisatawan dengan kendaraan roda dua maupun berjalan kaki. Ia menegaskan persoalan kebersihan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan warga, tetapi juga pengalaman pengunjung yang melewati kawasan tersebut.
Aksi OPW memperlihatkan peran kelompok pemuda dalam menangani persoalan lingkungan di ruang publik Desa Gorontalo. Organisasi ini sebelumnya dibentuk untuk membantu pemerintah desa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan lingkungan.
Harapan keberlanjutan kegiatan
Dalam pemberitaan media lokal, OPW menyampaikan harapan agar kegiatan bersih-bersih tidak berhenti sebagai aksi sesekali. Mereka mengajak warga, komunitas, dan kelompok pemuda lain untuk menjaga kebersihan jalur secara berkelanjutan.
OPW menilai sampah yang menumpuk bukan hanya mengganggu pemandangan dan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Karena itu, mereka mendorong kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan tidak menumpuknya di badan jalan atau sekitar jalur.
Upaya pemuda Desa Gorontalo ini sejalan dengan perhatian berbagai pihak terhadap kebersihan dan kualitas lingkungan di kawasan penyangga Labuan Bajo sebagai destinasi wisata di Manggarai Barat. Kerja bakti di jalur alternatif Gang Pengadilan–Wae Mata menjadi salah satu contoh inisiatif warga untuk merawat akses publik yang ikut menunjang citra daerah wisata.
Sumber
Berita berikutnya

Kapal Pesiar Kailana Kandas di Gili Lawa, KSOP Labuan Bajo Siapkan Pemeriksaan
Kapal pesiar wisata Kailana kandas di perairan Gili Lawa, Taman Nasional Komodo, pada Sabtu, 12 September 2026 dini hari. KSOP Labuan Bajo belum menge…
Baca juga




