Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Manggarai Timur Tetapkan Lima Desa Wisata Berbasis Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menetapkan lima desa sebagai desa wisata percontohan berbasis masyarakat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menetapkan lima desa sebagai desa wisata dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat. Penetapan dan pengembangan desa wisata Colol, Golo Loni, Compang Ndejing, Bamo, dan Nanga Mbaur dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Manggarai Timur Nomor HK/154/2020 dan dilanjutkan dengan berbagai pelatihan bagi pengelola desa wisata.

Keputusan Bupati Manggarai Timur Nomor HK/154/2020 tanggal 14 September 2020 menetapkan lima lokasi desa wisata, yakni Desa Colol, Desa Nanga Mbaur, Desa Compang Ndejing, Desa Bamo, dan Desa Golo Loni sebagai desa wisata percontohan di kabupaten tersebut.

Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyebut lima desa wisata ini sebagai pilot project pengembangan desa wisata di daerah itu dan diharapkan memicu tumbuhnya desa wisata lain. Pemerintah kabupaten menempatkan desa-desa tersebut sebagai model pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal.

Konsep dan peran masyarakat

Dalam konsep pariwisata berbasis masyarakat, warga lokal didorong menjadi pelaku utama dalam pembangunan pariwisata di desa masing-masing, termasuk pengelolaan atraksi, akomodasi, dan kegiatan wisata. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.

Menurut berbagai pernyataan pejabat daerah dalam sejumlah laporan, pengembangan desa wisata di Manggarai Timur dikaitkan dengan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pengelolaan desa wisata dan pemandu wisata. Pemerintah kabupaten menyiapkan pemandu wisata terlatih dan peta destinasi wisata baru untuk mendukung pengembangan desa wisata.

Potensi lima desa wisata

Lima desa wisata di Manggarai Timur memiliki karakter dan potensi atraksi yang berbeda.

Desa Wisata Colol dikenal dengan agrowisata kopi, kebun kopi, air terjun, atraksi budaya, dan wisata minum kopi pahit. Desa ini juga memiliki kampung adat dan lanskap perbukitan yang dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata.

Desa Wisata Golo Loni menawarkan panorama persawahan sekitar Danau Rana Mese, Bukit Golo Depet, jalur river tubing, air terjun, serta kegiatan wisata pertanian dan lingkungan hidup. Lokasi ini juga dekat dengan kawasan Danau Rana Mese yang menjadi salah satu ikon wisata alam di Manggarai Timur.

Desa Wisata Compang Ndejing memiliki potensi utama wisata pantai seperti Pantai Ligota, hamparan persawahan, serta trekking di sepanjang daerah aliran sungai Wae Laku atau Waelaku. Desa ini juga menyimpan situs sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari paket kunjungan.

Desa Wisata Bamo terkenal dengan Pantai Nanga Rawa dan Pantai Watu Kodi, hamparan padang penggembalaan ternak, serta tradisi adat Kebhu yang berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan. Atraksi seni budaya seperti tarian vera dan ritual adat lainnya juga ditampilkan sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Desa Wisata Nanga Mbaur mengandalkan wisata pantai, Pantai Watu Payung, kawasan hutan untuk trekking, serta pengamatan satwa komodo Pota yang secara lokal disebut rughu atau rugu. Danau teratai Rana Tonjong di kawasan ini disebut sebagai salah satu danau teratai terbesar kedua di dunia dan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Pelatihan dan penguatan kapasitas

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola desa wisata. Pelatihan yang digelar di antaranya mencakup penyiapan pemandu wisata terlatih, penyusunan peta destinasi, serta peningkatan kemampuan pengelola desa wisata.

Pelatihan ini ditujukan untuk pengelola desa wisata di berbagai kecamatan, termasuk desa-desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata dalam SK Bupati Manggarai Timur. Pemerintah daerah menempatkan kegiatan peningkatan kapasitas sebagai langkah untuk memastikan pengelolaan desa wisata berjalan secara profesional dan berkelanjutan.

Pengembangan lima desa wisata percontohan ini menjadi bagian dari strategi kabupaten dalam memanfaatkan kekayaan alam dan budaya sebagai penggerak ekonomi lokal, dengan masyarakat sebagai aktor utama dan penerima manfaat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.