Manggarai Timur Tetapkan Lima Desa Wisata Berbasis Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menetapkan lima desa sebagai desa wisata percontohan berbasis masyarakat.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menetapkan lima desa sebagai desa wisata dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat. Penetapan dan pengembangan desa wisata Colol, Golo Loni, Compang Ndejing, Bamo, dan Nanga Mbaur dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Manggarai Timur Nomor HK/154/2020 dan dilanjutkan dengan berbagai pelatihan bagi pengelola desa wisata.
Keputusan Bupati Manggarai Timur Nomor HK/154/2020 tanggal 14 September 2020 menetapkan lima lokasi desa wisata, yakni Desa Colol, Desa Nanga Mbaur, Desa Compang Ndejing, Desa Bamo, dan Desa Golo Loni sebagai desa wisata percontohan di kabupaten tersebut.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyebut lima desa wisata ini sebagai pilot project pengembangan desa wisata di daerah itu dan diharapkan memicu tumbuhnya desa wisata lain. Pemerintah kabupaten menempatkan desa-desa tersebut sebagai model pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal.
Konsep dan peran masyarakat
Dalam konsep pariwisata berbasis masyarakat, warga lokal didorong menjadi pelaku utama dalam pembangunan pariwisata di desa masing-masing, termasuk pengelolaan atraksi, akomodasi, dan kegiatan wisata. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.
Menurut berbagai pernyataan pejabat daerah dalam sejumlah laporan, pengembangan desa wisata di Manggarai Timur dikaitkan dengan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pengelolaan desa wisata dan pemandu wisata. Pemerintah kabupaten menyiapkan pemandu wisata terlatih dan peta destinasi wisata baru untuk mendukung pengembangan desa wisata.
Potensi lima desa wisata
Lima desa wisata di Manggarai Timur memiliki karakter dan potensi atraksi yang berbeda.
Desa Wisata Colol dikenal dengan agrowisata kopi, kebun kopi, air terjun, atraksi budaya, dan wisata minum kopi pahit. Desa ini juga memiliki kampung adat dan lanskap perbukitan yang dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata.
Desa Wisata Golo Loni menawarkan panorama persawahan sekitar Danau Rana Mese, Bukit Golo Depet, jalur river tubing, air terjun, serta kegiatan wisata pertanian dan lingkungan hidup. Lokasi ini juga dekat dengan kawasan Danau Rana Mese yang menjadi salah satu ikon wisata alam di Manggarai Timur.
Desa Wisata Compang Ndejing memiliki potensi utama wisata pantai seperti Pantai Ligota, hamparan persawahan, serta trekking di sepanjang daerah aliran sungai Wae Laku atau Waelaku. Desa ini juga menyimpan situs sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari paket kunjungan.
Desa Wisata Bamo terkenal dengan Pantai Nanga Rawa dan Pantai Watu Kodi, hamparan padang penggembalaan ternak, serta tradisi adat Kebhu yang berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan. Atraksi seni budaya seperti tarian vera dan ritual adat lainnya juga ditampilkan sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Desa Wisata Nanga Mbaur mengandalkan wisata pantai, Pantai Watu Payung, kawasan hutan untuk trekking, serta pengamatan satwa komodo Pota yang secara lokal disebut rughu atau rugu. Danau teratai Rana Tonjong di kawasan ini disebut sebagai salah satu danau teratai terbesar kedua di dunia dan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Pelatihan dan penguatan kapasitas
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola desa wisata. Pelatihan yang digelar di antaranya mencakup penyiapan pemandu wisata terlatih, penyusunan peta destinasi, serta peningkatan kemampuan pengelola desa wisata.
Pelatihan ini ditujukan untuk pengelola desa wisata di berbagai kecamatan, termasuk desa-desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata dalam SK Bupati Manggarai Timur. Pemerintah daerah menempatkan kegiatan peningkatan kapasitas sebagai langkah untuk memastikan pengelolaan desa wisata berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Pengembangan lima desa wisata percontohan ini menjadi bagian dari strategi kabupaten dalam memanfaatkan kekayaan alam dan budaya sebagai penggerak ekonomi lokal, dengan masyarakat sebagai aktor utama dan penerima manfaat.
Sumber
- Desa Wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur – Dokumen Dinas Pariwisata NTT
- PPID Kementerian Dalam Negeri – Peluncuran Desa Wisata Kabupaten Manggarai Timur
- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Timur Siapkan Pemandu Wisata Terlatih
- Desa Wisata di Manggarai Timur
- Wisata NTT, Manggarai Timur Punya 12 Desa Wisata yang Patut Dikunjungi
- Danau Rana Mese, Hening dalam Dekapan Dua Gunung Berapi – Mongabay
- Strategi Pengembangan Potensi Wisata Desa Golo Loni (Jurnal)
Berita berikutnya
ASDP Rencanakan KMP Komodo Kapasitas 80 Penumpang di Labuan Bajo
PT ASDP Indonesia Ferry merencanakan pengoperasian kapal wisata KMP Komodo berkapasitas sekitar 80 penumpang di Labuan Bajo untuk melayani rute ke Pul…
Baca juga



