Human Initiative Percepat Respons Pascagempa Flores
Human Initiative mengerahkan tim kaji cepat dan menyalurkan bantuan awal bagi warga terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Nagekeo dan sejumlah wilayah Flores sejak hari yang sama, 15 Agustus 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Human Initiative mempercepat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Tim organisasi tersebut mulai bergerak pada pagi hari yang sama untuk melakukan kaji cepat dan menyalurkan bantuan awal di sejumlah wilayah terdampak.
Komandan Emergency Response Human Initiative, Subur Rojinawi, menjelaskan dalam siaran RRI Ende bahwa tim respons digerakkan dari pusat pada 15 Agustus 2026 dan langsung menuju Nusa Tenggara Timur. Menurut laporan Human Initiative, sebanyak dua personel dari kantor pusat dan dua relawan lokal dari Bajawa diturunkan untuk melakukan kaji cepat kondisi masyarakat dan kebutuhan di wilayah terdampak, khususnya Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman sekitar 10–15 kilometer. Guncangan memicu peringatan dini tsunami dan kenaikan muka air laut di sejumlah titik pantai, serta kerusakan bangunan dan fasilitas umum di beberapa kabupaten di Flores.
Respons Berbasis Asesmen Lapangan
Human Initiative menyatakan respons dijalankan berbasis data asesmen lapangan. Tim HEART (Human Initiative Emergency Response Team) melakukan pemetaan kebutuhan mendesak di Nagekeo, Ende, dan Sikka, termasuk Maumere. Berdasarkan identifikasi awal, masyarakat terdampak berpotensi membutuhkan terpal, selimut, matras, paket sembako, dan hygiene kit, terutama bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir gempa susulan.
Human Initiative menyiapkan respons awal berupa paket sembako, kit higienis, terpal, dan matras. Tim juga menyiapkan tenda pengungsi, tikar, velbed, selimut, serta kebutuhan logistik lain untuk mendukung pengungsian. Menurut laporan organisasi itu, bantuan tahap awal dipusatkan di titik pengungsian kawasan Kantor Bupati Sikka di Maumere serta di Nagekeo, dengan distribusi hygiene kit, pakaian layak pakai, tenda pengungsi, dan paket sembako.
Dalam laporan situasi berikutnya, Human Initiative menyebutkan dukungan tambahan berupa bedding kit, dapur umum, serta persiapan bantuan air bersih darurat dan jeriken lipat untuk mengantisipasi gangguan jaringan air di wilayah pesisir. Respons juga mencakup layanan Psychological First Aid bagi anak-anak dan warga yang mengalami ketakutan setelah menghadapi gempa, ancaman tsunami, dan guncangan berulang.
Jalur dan Titik Respons
Human Initiative memanfaatkan jalur laut Kupang–Ende untuk mempercepat pengiriman bantuan dan memperkuat akses logistik ke wilayah yang lebih dekat dengan episentrum gempa. Dari Ende, tim menyiapkan sedikitnya 200 bedding kits dan 200 paket sembako untuk Nagekeo dan Mbay, serta menyalurkan hygiene kit, pakaian layak pakai, tenda pengungsi, dan sembako di Sikka dan Nagekeo.
Organisasi tersebut membentuk pos respons utama di Ende dan Ruteng, serta pos aju di Mbay dan Reo untuk mendukung koordinasi bantuan di lapangan. Human Initiative juga melaporkan keterlibatan relawan jaringan HIVE NTT yang melakukan rapid needs assessment dan membantu komunikasi lapangan menggunakan WiFi portabel dan layanan satelit untuk daerah dengan jaringan terganggu.
Subur Rojinawi dalam dialog bersama RRI Ende pada 19 September 2026 menyatakan bahwa asesmen kebutuhan masih berlangsung di sejumlah kecamatan terdampak. Human Initiative menegaskan bahwa bentuk bantuan lanjutan akan disesuaikan dengan hasil pendataan lapangan, termasuk pemetaan kebutuhan air bersih di Nagekeo dan Manggarai serta penyaluran dignity kit dan parcel kit di enam desa Kecamatan Aesesa.
Sejumlah laporan menyebut misi kemanusiaan pascagempa Flores melibatkan berbagai unsur, termasuk lembaga kemanusiaan dan aparat keamanan. Human Initiative menjadi salah satu organisasi yang memperkuat penanganan di lapangan melalui distribusi bantuan dasar dan penguatan akses logistik ke wilayah terdampak.
Sumber
Berita berikutnya
Kemenkes Aktifkan 9 HEOC dan RS Lapangan Pascagempa NTT
Kementerian Kesehatan mengaktifkan sembilan Health Emergency Operation Center dan mendirikan rumah sakit lapangan di Nagekeo serta Manggarai untuk mem…
Baca juga


