Kabar Labuan Bajo

Kamis, 5 November 2026

Listrik Labuan Bajo: Rasio Elektrifikasi, Kapasitas, dan Sisa Ketimpangan

Akses listrik di Labuan Bajo disebut hampir merata dan pasokan semakin stabil. Namun, data pemerintah daerah masih mencatat sekitar 2.887 kepala keluarga di Manggarai Barat belum teraliri listrik.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Menara sutet dan kabel listrik berlatar langit senja berwarna jingga dengan matahari terbenam.
Ilustrasi: Menara sutet dan kabel listrik berlatar langit senja berwarna jingga dengan matahari terbenam. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Listrik di Labuan Bajo disebut hampir tidak lagi mengalami pemadaman, tetapi akses listrik belum sepenuhnya merata di Kabupaten Manggarai Barat. Pemerintah daerah menyebut rasio elektrifikasi telah melampaui 99 persen pada 18 November 2025, sementara sekitar 2.887 kepala keluarga masih belum teraliri listrik.

Seberapa luas akses listrik di Labuan Bajo?

Pernyataan pemerintah daerah itu disampaikan dalam Customer Gathering 2025 PLN UP3 Flores Bagian Barat di Labuan Bajo pada 18 November 2025. Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng mengatakan hanya beberapa desa yang belum teraliri listrik dan jumlahnya sekitar 2.887 kepala keluarga, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada 2025.

Angka tersebut berlaku untuk kondisi kelistrikan Manggarai Barat, bukan hanya batas administratif Kota Labuan Bajo. Namun, pemerintah daerah secara khusus menyebut Labuan Bajo sebagai wilayah yang hampir tidak lagi mengalami pemadaman.

Apakah listrik di Labuan Bajo sudah stabil?

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan pasokan listrik di desa-desa dan Labuan Bajo kini hampir tidak mengalami pemadaman. Keterangan itu disampaikan sebagai bagian dari penjelasan pemerintah daerah mengenai dukungan listrik terhadap kegiatan ekonomi dan pariwisata, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada 2025.

Stabilitas pasokan tidak sama dengan pemerataan akses. Rasio elektrifikasi yang telah melampaui 99 persen masih menyisakan rumah tangga yang belum terhubung, sehingga persoalan layanan publiknya mencakup keandalan jaringan dan perluasan sambungan.

Berapa kapasitas sistem listrik yang melayani Flores?

PLN UP3 Flores Bagian Barat menyebut sistem kelistrikan Flores memiliki kapasitas 108,49 MW pada 18 November 2025. Sekitar 20 persen kapasitas tersebut berasal dari energi baru terbarukan, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang mengutip pemaparan PLN pada 2025.

PLN juga menyebut konsumsi listrik meningkat 12 persen pada 2025. Angka itu disampaikan sebagai kenaikan konsumsi di wilayah Flores bagian barat, dengan pertumbuhan yang disebut tidak hanya terjadi di kota, tetapi juga di desa.

Mengapa angka ini penting bagi warga kota?

Listrik menopang rumah tangga, layanan publik, usaha, dan aktivitas pelabuhan serta pariwisata di Labuan Bajo. Karena itu, ukuran layanan tidak cukup dilihat dari ada atau tidaknya pemadaman di pusat kota; cakupan sambungan dan kapasitas sistem regional juga menentukan.

Data BPS Kabupaten Manggarai Barat menempatkan Labuan Bajo sebagai lokasi layanan statistik terpadu kabupaten dan menerbitkan Kabupaten Manggarai Barat Dalam Angka 2025 pada 28 Februari 2025. Publikasi itu menjadi rujukan statistik kabupaten, sedangkan keterangan PLN dan pemerintah daerah memberi gambaran khusus mengenai kondisi kelistrikan pada November 2025.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kota Labuan Bajo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.