Wae Kelambu Labuan Bajo: fungsi terminal barang dan angka kapasitasnya
Terminal Multipurpose Wae Kelambu memisahkan layanan barang dari pelabuhan penumpang Labuan Bajo. Berikut fungsi, angka kapasitas kendaraan, dan posisi fasilitas ini dalam sistem transportasi kota.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Terminal Multipurpose Wae Kelambu adalah fasilitas pelabuhan di Labuan Bajo yang disiapkan terutama untuk kegiatan barang, sedangkan pelabuhan Labuan Bajo yang lama diarahkan untuk melayani penumpang. Pembagian fungsi ini dibuat agar arus logistik dan mobilitas penumpang memiliki ruang layanan yang berbeda.
Mengapa Wae Kelambu dibangun?
Kementerian Perhubungan menyebut pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo sebagai bagian dari infrastruktur transportasi untuk mendukung pengembangan pariwisata. Dalam penjelasan kementerian, terminal tersebut dibangun khusus untuk barang, sehingga pelabuhan Labuan Bajo eksisting dapat dikembangkan dengan fokus pelayanan penumpang.
Dengan demikian, Wae Kelambu bukan pengganti seluruh fungsi pelabuhan lama. Perannya lebih spesifik sebagai simpul bongkar-muat dan pelayanan barang, sementara pelabuhan lama diarahkan untuk kebutuhan penumpang.
Di mana posisinya dalam sistem pelabuhan Labuan Bajo?
Kementerian Perhubungan mencatat Terminal Multipurpose Wae Kelambu sebagai salah satu infrastruktur transportasi yang telah diselesaikan pada 2021. Penyebutan itu muncul dalam catatan kinerja kementerian yang diterbitkan pada 27 Desember 2021.
Dalam kebijakan pengembangan transportasi Labuan Bajo, pembagian fungsi pelabuhan berjalan bersama penataan konektivitas darat dan udara. Kementerian Perhubungan juga menyebut akses transportasi antarmoda disiapkan melalui rute loop Bandara Komodo–Labuan Bajo.
Apakah terminal ini terkait kendaraan atau barang?
Dokumen Kementerian Perhubungan tentang pembangunan infrastruktur maritim menyebut Terminal Multipurpose Labuan Bajo sebagai salah satu proyek strategis nasional yang pembangunannya telah direalisasikan. Dokumen yang sama mencantumkan kapasitas terminal kendaraan sebesar 218 ribu CBU per tahun.
Menurut dokumen kementerian itu, terminal kendaraan melayani total muatan 31.856 CBU pada 2021, 198.064 CBU pada 2022, dan 224.935 CBU pada 2023. Pada Juni 2024, total muatan tercatat 90.659 CBU.
Apa arti angka CBU tersebut?
CBU adalah singkatan dari completely built up, yakni kendaraan yang dihitung sebagai unit kendaraan utuh. Angka-angka tersebut menggambarkan muatan kendaraan yang dilayani terminal, bukan jumlah seluruh penumpang yang keluar-masuk Labuan Bajo.
Karena itu, data kendaraan dan data penumpang perlu dibaca sebagai dua jenis ukuran layanan yang berbeda. BPS Kabupaten Manggarai Barat menerbitkan publikasi tahunan yang memuat statistik kabupaten, sedangkan Kementerian Perhubungan menjelaskan fungsi dan capaian infrastruktur transportasi.
Bagaimana warga membaca pembagian fungsi ini?
Bagi warga Labuan Bajo, pembagian tersebut berarti lokasi dan jenis layanan pelabuhan bergantung pada kebutuhan perjalanan atau pengiriman. Informasi mengenai penumpang merujuk pada pelabuhan penumpang, sedangkan urusan barang dan kendaraan terkait dengan terminal multipurpose Wae Kelambu.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Kota Labuan Bajo

Berita utama hari ini

Baca juga



