Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 31 Oktober 2026

Mengapa Penataan Infrastruktur dan Tempat Tambat Kapal Menjadi Tantangan Layanan Maritim Labuan Bajo?

ISAA menyebut penataan infrastruktur dan tempat tambat kapal masih menjadi tantangan layanan maritim Labuan Bajo. Asosiasi juga menyoroti koordinasi lembaga, limbah, dan keselamatan pelayaran.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pelampung tambat mengapung di air tenang dengan beberapa kapal layar di latar belakang.
Ilustrasi: Pelampung tambat mengapung di air tenang dengan beberapa kapal layar di latar belakang. · Foto: Andrew Patrick Photo / Pexels

Labuan Bajo — Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) menyampaikan pada 28 Oktober 2026 bahwa penataan infrastruktur dan tempat tambat kapal masih menjadi tantangan layanan maritim di Labuan Bajo. Pernyataan itu disampaikan Charles Angliwarman dalam wawancara edisi pagi di RRI Labuan Bajo Pro 1.

ISAA menilai koordinasi lintas lembaga perlu diperkuat agar pelayanan kapal berjalan tertib dan kebutuhan operasional dapat ditangani secara terkoordinasi. Lembaga yang disebut mencakup Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI Angkatan Laut), Imigrasi, dan pemerintah daerah.

Selain penataan infrastruktur serta lokasi tambat, ISAA menyoroti pengelolaan limbah dan peningkatan kesadaran sumber daya manusia terhadap keselamatan pelayaran. Asosiasi ini membantu pemilik dan operator kapal dalam pengurusan dokumen pelayaran, proses clearance kapal, serta koordinasi layanan kepelabuhanan dan kebutuhan operasional kapal.

Penataan pelabuhan berpengaruh pada keselamatan dan layanan wisata bahari

Bagi pengguna jasa di Labuan Bajo, persoalan tempat tambat dan koordinasi bukan sekadar urusan administrasi. Keduanya berkaitan dengan ketertiban pergerakan kapal, keselamatan pelayaran, kualitas lingkungan laut, dan kelancaran aktivitas pariwisata bahari. Pengelolaan limbah juga menjadi bagian dari layanan pelabuhan yang berdampak langsung pada kawasan pesisir.

ISAA menyatakan penguatan layanan maritim perlu berjalan bersama peningkatan kompetensi. Prioritas yang disebut mencakup pelatihan dan sertifikasi sumber daya manusia, penguatan tata kelola perusahaan, serta kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha maritim, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Charles berharap koordinasi lintas lembaga, penataan infrastruktur, dan peningkatan profesionalisme pelaku maritim dapat berjalan beriringan. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat keselamatan pelayaran sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat dan sektor pariwisata Labuan Bajo.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kota Labuan Bajo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.