Liang Ndara dan Arah Baru Wisata Budaya Manggarai Barat
Liang Ndara di Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, berkembang sebagai desa wisata berkelanjutan yang memadukan potensi alam dan budaya.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 5 menit baca
Labuan Bajo — Liang Ndara di Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, tercatat sebagai salah satu desa wisata yang menggabungkan potensi alam dan budaya, dengan atraksi seperti Tari Caci, lanskap perbukitan Gunung Mbeliling, air terjun, serta kerajinan tenun songke yang dikembangkan sebagai paket wisata budaya.
Penelitian Inventarisasi Peluang Pengembangan Atraksi Budaya Komodo dan Manggarai di Labuan Bajo, Manggarai Barat tahun 2022 mengelompokkan Liang Ndara sebagai desa wisata dalam kategori atraksi budaya berwujud, bersama bangunan tradisional mbaru, Situs Warloka, dan Sawah Lingko sebagai lanskap persawahan khas Manggarai. Dalam kelompok atraksi tak berwujud, kajian itu menyebut Desa Adat Todo, Tari Caci, festival Komodo, dan kuliner se’i sebagai bagian dari potensi perjalanan wisata.
Bagi destinasi yang dikenal dengan wisata alam dan bahari, pengayaan atraksi budaya membuka peluang memperpanjang masa tinggal dan pengalaman wisatawan. Penelitian tersebut menekankan bahwa pengembangan atraksi budaya sebaiknya tidak hanya menjadikan tradisi sebagai pertunjukan, tetapi juga mempertimbangkan perlindungan identitas budaya, kewenangan komunitas, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Potensi atraksi dan kebutuhan pengemasan
Penelitian inventarisasi 2022 membedakan atraksi budaya menjadi unsur berwujud dan tak berwujud. Atraksi benda meliputi bangunan adat (mbaru), situs bersejarah seperti Situs Warloka, lanskap persawahan seperti Sawah Lingko, serta desa wisata seperti Liang Ndara. Atraksi tak benda mencakup desa adat, tarian adat seperti Tari Caci, festival, dan kuliner se’i.
Kajian itu merekomendasikan penggabungan atraksi budaya dengan atraksi alam dan buatan untuk membentuk pola perjalanan yang lebih beragam, sehingga kunjungan ke Labuan Bajo tidak hanya berpusat pada satu jenis pengalaman. Pola perjalanan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan sejarah, pengetahuan lokal, seni pertunjukan, kerajinan, dan makanan tradisional kepada wisatawan.
Sejumlah studi lain mengenai Liang Ndara menggambarkan desa ini sebagai tujuan ekowisata dan wisata budaya yang strategis, berada di jalur utama Trans Flores dan sekitar 20–30 menit dari Labuan Bajo dengan kendaraan bermotor. Potensi alam yang disebut antara lain kawasan Gunung Mbeliling, Air Terjun Liang Kantor, gua alam seperti Liang Niki, dan keberadaan burung endemik Flores. Di sisi budaya, atraksi utama mencakup Tari Caci, tarian rakyat lainnya, ritual adat, serta proses pembuatan kain tenun dan anyaman secara tradisional.
Laman resmi Seni Budaya Manggarai Barat yang dikelola pengelola Bandar Udara Komodo mencatat Tari Caci sebagai tarian perang tradisional yang merepresentasikan keberanian, sportivitas, dan persaudaraan. Laman yang sama menyebut tenun songke sebagai kain tradisional dengan motif bermakna filosofis yang digunakan dalam berbagai upacara adat, serta musik tradisional gong, gendang, dan suling bambu yang mengiringi tarian dan ritual.
Masyarakat sebagai penentu arah
Penelitian inventarisasi atraksi budaya 2022 menekankan perlunya perhatian pemerintah melalui regulasi untuk melindungi, mengembangkan, dan melestarikan atraksi budaya, dengan acuan prinsip keberlanjutan, partisipasi masyarakat, serta daya dukung lingkungan. Prinsip tersebut menjadi penting ketika budaya dikemas sebagai bagian dari paket wisata.
Studi tentang ekowisata di Liang Ndara menunjukkan bahwa desa ini telah mengembangkan wisata budaya dan ekowisata dengan melibatkan masyarakat lokal melalui sanggar budaya yang mementaskan Tari Caci dan tarian Manggarai lain bagi wisatawan. Pengelolaan desa wisata disebut mendapat dukungan masyarakat, dengan lanskap perbukitan Gunung Mbeliling, kebun kopi dan durian, serta air terjun menjadi bagian dari pengalaman wisata.
Penelitian pustaka mengenai Kampung Cecer di Desa Wisata Liang Ndara menggarisbawahi bahwa dukungan masyarakat dan kekhasan lanskap menjadi modal penting bagi pengembangan desa wisata. Studi tersebut menempatkan desa wisata sebagai ruang pertemuan antara pelestarian budaya, pemanfaatan potensi alam, dan peluang ekonomi bagi warga.
Sejumlah kajian juga mencatat bahwa Liang Ndara diarahkan sebagai desa wisata berkelanjutan, dengan sertifikasi desa wisata berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak 2020. Desa ini menjadi salah satu desa prioritas atau binaan dalam pengembangan pariwisata, dengan paket wisata yang memadukan atraksi budaya, trekking, dan pengalaman belajar tentang tenun dan anyaman.
Konteks pengembangan wisata budaya
Penelitian tahun 2022 tentang atraksi budaya Komodo dan Manggarai di Labuan Bajo menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan studi pustaka, dengan informasi dari dinas pariwisata dan tokoh masyarakat. Hasilnya menjadi salah satu rujukan awal untuk menyusun pola perjalanan yang menggabungkan Komodo, desa wisata, dan atraksi budaya Manggarai.
Di sisi lain, penelitian ekowisata dan kajian pustaka mengenai Liang Ndara memberikan gambaran lebih rinci tentang potensi desa, mulai dari paket wisata budaya, sanggar seni, hingga aktivitas trekking dan pengamatan burung. Kajian-kajian tersebut menunjukkan arah pengembangan Liang Ndara sebagai desa wisata yang memadukan konservasi alam, pelestarian budaya, dan manfaat ekonomi bagi warga.
Seiring peningkatan promosi Labuan Bajo sebagai destinasi prioritas nasional, diskursus tentang pengembangan wisata budaya di desa sekitar, termasuk Liang Ndara, menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor penting dalam menentukan bentuk atraksi, kapasitas kunjungan, serta batas antara ruang sakral dan ruang wisata.
Sumber
- Inventarisasi Peluang Pengembangan Atraksi Budaya Komodo dan Manggarai di Labuan Bajo, Manggarai Barat (PDF, media.neliti.com)
- Daftar pustaka Adie, Fitri Abdillah. 2022. Inventarisasi Peluang Pengembangan Atraksi Budaya Komodo dan Manggarai di Labuan Bajo, Manggarai Barat (repo.undiksha
- Seni Budaya Manggarai Barat – Bandar Udara Komodo
- Desa Wisata Liang Ndara – Jadesta Kemenparekraf
- Liang Ndara, Mbeliling, Manggarai Barat – Wikipedia bahasa Indonesia
- Skripsi ekowisata Desa Liang Ndara – Repository AMPTA Yogyakarta
- Pokdarwis Desa Liang Ndara Gelar Virtual Tour Wisata – Tribun Flores
- Artikel kajian pustaka tentang Kampung Cecer Desa Wisata Liang Ndara – ejournal.unma.ac.id
- Jurnal IPTA – Artikel tentang Desa Wisata Liang Ndara
- Artikel JITHOR tentang Desa Liang Ndara – ejournal.upi.ac.id
- Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Berita berikutnya
Simulasi Protokol 3K dan Penguatan Keselamatan Wisata Labuan Bajo
Simulasi Protokol 3K di Labuan Bajo pada November 2020 menjadi uji coba sistem terpadu kesehatan, keamanan, dan keselamatan destinasi super prioritas.
Baca juga




