Kabar Labuan Bajo

Minggu, 11 Oktober 2026

Komisi V Soroti Hambatan di Ujung Landasan Bandara Komodo

Komisi V DPR RI menyoroti bukit di kedua ujung landasan Bandara Internasional Komodo pada 9 Oktober 2026. Pekerjaan cut and fill diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pesawat penumpang terbang rendah mendekati landasan pacu sebuah bandara pada siang hari.
Ilustrasi: Pesawat penumpang terbang rendah mendekati landasan pacu sebuah bandara pada siang hari. · Foto: cnrdmroglu / Pexels

Bandara Internasional Komodo — Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyoroti bukit yang menjadi hambatan di kedua ujung landasan Bandara Internasional Komodo pada 9 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Penanganan hambatan di kedua ujung landasan dapat memengaruhi aspek keselamatan penerbangan dan akses pesawat berukuran besar ke Bandara Komodo.

Ketua Komisi V Lasarus mengatakan hambatan itu dapat mengancam keselamatan penerbangan, terutama bagi pesawat berukuran besar. Komisi V mendorong penanganannya menjadi prioritas.

Dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo, Lasarus menyebut pekerjaan pemotongan dan penimbunan tanah atau cut and fill diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat dengan kementerian dan lembaga mitra kerja Komisi V.

Menurut laporan Detik Bali, hambatan terdapat di kedua ujung landasan. Lasarus meminta penanganan dilakukan segera karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Komodo, Ceppy Triono, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti rekomendasi Komisi V. Ia menjelaskan, pemotongan bukit ditujukan agar pesawat berukuran besar dapat beroperasi di Bandara Internasional Komodo.

Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menunjukkan Bandara Komodo memiliki landasan dengan lebar 45 meter. Data teknis pada laman unit penyelenggara bandara mencatat panjang landasan 2.750 meter, sedangkan laman data bandara lainnya mencatat panjang 2.650 meter.

Pos Kupang juga melaporkan adanya kebutuhan untuk memperhatikan pelebaran landasan guna mendukung operasional pesawat berukuran lebih besar. Laporan tersebut tidak menyebut keputusan pelaksanaan pelebaran atau jadwal pekerjaannya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.