Kabar Labuan Bajo

Kamis, 8 Oktober 2026

Komodo Bertelur atau Beranak? Ini Penjelasan Reproduksinya

Komodo adalah reptil bertelur. Betinanya dapat bereproduksi dengan jantan atau, dalam kondisi tertentu, menghasilkan keturunan tanpa pembuahan melalui partenogenesis.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seekor biawak besar berjalan di atas tanah sambil menjulurkan lidahnya.
Ilustrasi: Seekor biawak besar berjalan di atas tanah sambil menjulurkan lidahnya. · Foto: Johan Van Geijl / Pexels

Komodo bertelur, bukan beranak. Betina meletakkan telur yang menetas menjadi anak komodo. Dalam kondisi tertentu, betina juga dapat menghasilkan keturunan tanpa pembuahan oleh jantan melalui partenogenesis, tetapi cara reproduksi ini tetap berlangsung lewat telur.

Bagaimana komodo berkembang biak?

Komodo berkembang biak secara seksual ketika telur betina dibuahi sperma jantan. Pengamatan reproduksi yang dirangkum Komodo Guide menyebut betina biasanya meletakkan sekitar 15–30 telur dalam sarang di tanah berpasir atau bekas gundukan burung gosong; telur kemudian mengeram selama beberapa bulan.

Karena embrio berkembang di dalam telur dan anak keluar dengan menetas, istilah biologis yang tepat adalah ovipar—hewan yang bertelur—bukan vivipar atau hewan yang melahirkan anak hidup.

Apakah komodo betina bisa bertelur tanpa jantan?

Bisa. Penelitian yang diterbitkan di Nature pada 2006 membuktikan partenogenesis pada dua betina komodo di kebun binatang Inggris: telur berkembang tanpa kontribusi genetik jantan.

BIAZA menjelaskan bahwa partenogenesis adalah reproduksi tanpa pembuahan oleh jantan. Temuan itu tidak mengubah jawaban utama: betina tetap menghasilkan telur, dan keturunan berkembang dari telur tersebut.

Apa bedanya bertelur biasa dan partenogenesis?

Pada reproduksi seksual, materi genetik berasal dari betina dan jantan. Pada partenogenesis, keturunan hanya membawa materi genetik dari induk betina, sehingga prosesnya disebut reproduksi aseksual.

Penelitian yang dirangkum dalam laporan ilmiah tentang dua betina tersebut menunjukkan partenogenesis pada komodo bersifat fakultatif: betina dapat bereproduksi secara seksual jika tersedia jantan, tetapi juga dapat menghasilkan keturunan tanpa jantan. Anak yang bertahan dari mekanisme ini diketahui berjenis kelamin jantan.

Apa artinya bagi komodo di Taman Nasional Komodo?

Jawaban ini relevan bagi kawasan Taman Nasional Komodo karena keberadaan anak komodo bergantung pada keberhasilan telur menetas dan kelangsungan hidup juvenil, bukan kelahiran hidup seperti pada mamalia. Partenogenesis menunjukkan kemampuan reproduksi yang berbeda, tetapi tidak menggantikan reproduksi seksual sebagai sumber pencampuran genetik.

Dengan demikian, ketika melihat informasi tentang sarang atau anakan komodo di pulau-pulau kawasan konservasi, istilah yang tepat adalah telur, penetasan, dan anak komodo—bukan kehamilan atau kelahiran.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.