Kabar Labuan Bajo

Minggu, 11 Oktober 2026

Berapa Wisatawan Labuan Bajo pada 2025 dan ke Mana Mereka Pergi?

Labuan Bajo menerima 500.008 kunjungan wisatawan pada 2025. Namun, 82 persen masih terkonsentrasi di Taman Nasional Komodo, sehingga angka kedatangan belum sama dengan pemerataan manfaat ekonomi.

Oleh

· 2 menit baca

Labuan Bajo mencatat 500.008 kunjungan wisatawan sepanjang 2025, tetapi angka itu menggambarkan arus kedatangan, bukan otomatis pemerataan manfaat ekonomi. Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 341.955 wisatawan mancanegara dan 158.053 wisatawan nusantara, sementara kunjungan masih terkonsentrasi di Taman Nasional Komodo.

Berapa kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo pada 2025?

Jumlah kunjungan mencapai 500.008 orang sepanjang 2025, menurut dataset Kementerian Pariwisata, 2025. Angka ini mencakup 341.955 wisatawan mancanegara dan 158.053 wisatawan nusantara.

Perbandingan tahunan menunjukkan kunjungan pada 2024 sebanyak 411.349 orang, sedangkan 2025 menjadi periode dengan angka lebih tinggi, menurut laporan BPOLBF, 2026, yang mengolah data pariwisata daerah.

Apakah seluruh kunjungan itu menuju destinasi di daratan?

Tidak. Sebagian besar kunjungan tercatat menuju Taman Nasional Komodo, yakni 432.022 orang, menurut laporan detikBali, 2026, yang mengutip data pemerintah daerah.

Kementerian Pariwisata menyebut 82 persen kunjungan masih terkonsentrasi di kawasan Taman Nasional Komodo, sedangkan 18 persen menuju objek wisata di daratan Labuan Bajo di luar kawasan taman nasional, menurut laporan detikBali, 2025.

Kapan kunjungan paling ramai?

Juli mencatat kunjungan tertinggi, yaitu 73.275 orang, sedangkan Januari menjadi bulan terendah dengan 16.646 orang, menurut laporan detikBali, 2026, berdasarkan data pemerintah.

Perbedaan bulanan ini menunjukkan bahwa angka tahunan perlu dibaca bersama pola waktu kunjungan, bukan sebagai arus yang terbagi rata sepanjang tahun.

Apa arti angka itu bagi Manggarai Barat?

Angka 500.008 menunjukkan skala pergerakan wisatawan di Labuan Bajo, tetapi tidak menyatakan berapa besar pendapatan yang diterima warga atau pelaku usaha di setiap wilayah Manggarai Barat.

Data pariwisata Kementerian Pariwisata, 2025, memang dipakai untuk membaca dinamika destinasi, promosi, layanan, dan atraksi. Namun ukuran jumlah kunjungan berbeda dari ukuran pemerataan pendapatan, pekerjaan, atau manfaat ekonomi lokal.

Mengapa konsentrasi kunjungan perlu diperhatikan?

Konsentrasi 82 persen di Taman Nasional Komodo berarti arus wisatawan belum tersebar seimbang antara kawasan taman nasional dan destinasi daratan. Bagi Flores Raya, pembedaan ini membantu memisahkan pertumbuhan jumlah pengunjung dari pertanyaan tentang sebaran dampaknya.

Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan “berapa wisatawan Labuan Bajo pada 2025” adalah 500.008 kunjungan; jawaban atas pertanyaan “siapa yang menikmati” memerlukan indikator ekonomi dan sosial yang berbeda.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.