Komisi V Soroti Hambatan Runway Bandara Komodo Labuan Bajo
Komisi V DPR RI menilai hambatan di kedua ujung runway Bandara Komodo berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Penanganannya diperkirakan memerlukan sekitar Rp60 miliar.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Komisi V DPR RI menyoroti hambatan di kedua ujung landasan pacu Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 10 Oktober 2026. Persoalan itu dinilai berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan.
Penanganannya diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar. Pekerjaan yang disebut diperlukan ialah cut and fill, atau pemotongan dan penimbunan tanah, untuk menangani hambatan di area ujung landasan. Penanganan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi sisi udara bandara.
Keselamatan runway menjadi perhatian karena Bandara Komodo pintu masuk Labuan Bajo
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan penanganan hambatan tersebut harus menjadi prioritas. Bandara Komodo merupakan pintu masuk utama wisatawan ke Labuan Bajo, sehingga kondisi sisi udara berhubungan dengan keselamatan penerbangan dan kelancaran akses menuju kawasan wisata.
Komisi V juga menyoroti kebutuhan pengembangan landasan untuk mendukung operasional pesawat berukuran lebih besar. Namun, angka tersebut tidak mengubah kebutuhan penanganan hambatan yang disoroti dalam laporan ini. Hambatan di kedua ujung runway tetap menjadi bagian dari persoalan yang dibahas.
Lasarus menegaskan pekerjaan keselamatan penerbangan tidak boleh ditawar. Perhatian terhadap anggaran diperlukan agar pekerjaan infrastruktur tersebut dapat segera direalisasikan. Laporan juga menyebut pelebaran runway sebagai salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, pembahasan Komisi V mencakup penanganan hambatan, pekerjaan cut and fill, serta kebutuhan pengembangan landasan di Bandara Komodo.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Data Mabar

Baca juga




