Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 10 Oktober 2026

Komisi V Soroti Hambatan Runway Bandara Komodo Labuan Bajo

Komisi V DPR RI menilai hambatan di kedua ujung runway Bandara Komodo berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Penanganannya diperkirakan memerlukan sekitar Rp60 miliar.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dua pesawat perintis terparkir di apron bandara dengan menara kontrol di kejauhan.
Ilustrasi: Dua pesawat perintis terparkir di apron bandara dengan menara kontrol di kejauhan. · Foto: World Travel Adventures / stocksnap (Openverse), CC0

Labuan Bajo — Komisi V DPR RI menyoroti hambatan di kedua ujung landasan pacu Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 10 Oktober 2026. Persoalan itu dinilai berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan.

Penanganannya diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar. Pekerjaan yang disebut diperlukan ialah cut and fill, atau pemotongan dan penimbunan tanah, untuk menangani hambatan di area ujung landasan. Penanganan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi sisi udara bandara.

Keselamatan runway menjadi perhatian karena Bandara Komodo pintu masuk Labuan Bajo

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan penanganan hambatan tersebut harus menjadi prioritas. Bandara Komodo merupakan pintu masuk utama wisatawan ke Labuan Bajo, sehingga kondisi sisi udara berhubungan dengan keselamatan penerbangan dan kelancaran akses menuju kawasan wisata.

Komisi V juga menyoroti kebutuhan pengembangan landasan untuk mendukung operasional pesawat berukuran lebih besar. Namun, angka tersebut tidak mengubah kebutuhan penanganan hambatan yang disoroti dalam laporan ini. Hambatan di kedua ujung runway tetap menjadi bagian dari persoalan yang dibahas.

Lasarus menegaskan pekerjaan keselamatan penerbangan tidak boleh ditawar. Perhatian terhadap anggaran diperlukan agar pekerjaan infrastruktur tersebut dapat segera direalisasikan. Laporan juga menyebut pelebaran runway sebagai salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, pembahasan Komisi V mencakup penanganan hambatan, pekerjaan cut and fill, serta kebutuhan pengembangan landasan di Bandara Komodo.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.