Kemenparekraf dan Grab Lanjutkan Kolaborasi di Labuan Bajo
Kemenparekraf dan Grab Indonesia melanjutkan kolaborasi di lima destinasi super prioritas, termasuk Labuan Bajo, dengan fokus pada digitalisasi UMKM, pelatihan, dan layanan wisata berbasis aplikasi.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Grab Indonesia melanjutkan kolaborasi untuk mendukung pemulihan pariwisata di lima destinasi super prioritas, termasuk Labuan Bajo. Dalam keterangan resmi Grab, kerja sama itu mencakup inovasi teknologi, pelatihan sumber daya, dan layanan wisata digital untuk mendukung pelaku usaha serta wisatawan.
Kelima destinasi yang disebut dalam kolaborasi tersebut ialah Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Di Labuan Bajo, Grab juga menyebut akan menghadirkan paket wisata yang tidak hanya mencakup mobilitas atau transportasi, tetapi juga pesan-antar makanan, pemesanan hotel, tiket atraksi wisata, hingga layanan telemedicine untuk konsultasi kesehatan.
Menparekraf Sandiaga Uno sebelumnya menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi di Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas kelas dunia. Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri acara Program Kota Masa Depan Berani Digital dan peluncuran fitur pusat keamanan dan keselamatan Grab untuk wisatawan di Puncak Waringin, Labuan Bajo, pada 15 Agustus 2024, menurut InfoPublik.
Digitalisasi UMKM dan pelatihan
Menurut Grab, kolaborasi dengan Kemenparekraf juga diarahkan untuk mendorong digitalisasi UMKM melalui teknologi GrabMerchant dan sosialisasi sertifikasi CHSE kepada mitra GrabFood. Di sisi lain, Grab menyebut akan melanjutkan pelatihan sumber daya bagi mitra pengemudi agar dapat mendukung pengalaman wisata di daerah tujuan.
InfoPublik melaporkan, dalam kegiatan di Labuan Bajo itu, Kemenparekraf dan Grab menekankan dukungan terhadap peningkatan keamanan wisatawan, digitalisasi pelaku UMKM, serta penguatan ekonomi kreatif. Grab juga menyatakan komitmen untuk memberdayakan pelaku usaha pariwisata dan mitra pengemudi melalui pemanfaatan teknologi.
Kerja sama ini mempertegas fokus pemerintah dan pelaku industri pada lima destinasi super prioritas yang selama ini menjadi tumpuan pemulihan pariwisata nasional. Untuk Labuan Bajo, bentuk implementasi yang sudah disebut ke publik mencakup keamanan wisata, digitalisasi usaha, dan penyediaan layanan perjalanan berbasis aplikasi.
Konteks
Labuan Bajo adalah salah satu destinasi super prioritas yang telah lama masuk agenda pengembangan pariwisata nasional. Dalam pemberitaan resmi yang sama, pemerintah dan Grab menempatkan CHSE sebagai salah satu kerangka penting untuk menjaga kualitas layanan wisata.
Sumber
Berita berikutnya

KPK dan Pemkab Mabar Sidak Kapal Wisata di TN Komodo
KPK dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melakukan inspeksi terhadap kapal wisata di perairan Taman Nasional Komodo untuk menertibkan pelaporan pa…
Baca juga




