Kemenag NTT Catat 509 Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores
Kementerian Agama NTT mencatat 509 rumah ibadah di Flores terdampak gempa hingga 3 September 2026. Data masih diverifikasi karena gempa susulan berpotensi memperparah kerusakan.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur mencatat 509 rumah ibadah di Pulau Flores terdampak dan rusak akibat gempa bumi, berdasarkan pendataan hingga Kamis, 3 September 2026, yang disampaikan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Data tersebut diungkapkan Kepala Kanwil Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto dalam kegiatan di Madrasah Aliyah Negeri Manggarai Barat. Ia menegaskan pendataan masih berlangsung dan dapat berubah seiring verifikasi lanjutan karena gempa susulan masih terjadi.
Rincian rumah ibadah terdampak
Menurut Fransiskus, 509 rumah ibadah yang rusak mencakup tempat ibadah dari sejumlah agama. Rincian sementara yang disampaikan adalah sebagai berikut:
- Katolik: 422 unit
- Islam: 51 unit
- Kristen: 33 unit
- Buddha: 2 unit
- Hindu: 1 unit
Selain rumah ibadah, Kemenag NTT mencatat kerusakan pada fasilitas lain di lingkungan kementerian. Terdapat tujuh kantor Kemenag, 12 Kantor Urusan Agama (KUA), dan satu kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang terdampak. Kemenag juga melaporkan 94 satuan pendidikan keagamaan mengalami kerusakan serta 343 rumah aparatur sipil negara (ASN) Kemenag yang terdampak gempa.
Media yang mengutip pernyataan Fransiskus menyebut pendataan dilakukan secara cepat di berbagai wilayah terdampak, termasuk Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Inventarisasi mencakup rumah ibadah, fasilitas pendidikan keagamaan, perkantoran, dan rumah ASN.
Fransiskus menjelaskan bahwa data kebencanaan masih dinamis karena gempa susulan berpotensi memperparah kerusakan bangunan yang sebelumnya hanya mengalami retak. Proses verifikasi lapangan terus dilakukan bersama jajaran Kemenag kabupaten.
Bantuan tanggap darurat
Pada hari yang sama, Kamis, 3 September 2026, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi MAN Manggarai Barat di Labuan Bajo untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar bagi warga dan fasilitas keagamaan yang terdampak gempa Flores. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Kepala Kanwil Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto.
Menurut Nasaruddin, bantuan tahap awal ini difokuskan pada masa tanggap darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar, bukan untuk langsung membangun kembali bangunan yang rusak. Sasaran bantuan adalah lembaga keagamaan, rumah ibadah lintas agama, dan ASN Kemenag yang rumahnya terdampak gempa.
Kementerian Agama juga menyiapkan dukungan untuk keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak. Dalam kunjungan ke Labuan Bajo, Kemenag menyerahkan 16 ruang belajar sementara atau tenda belajar darurat dan 1.000 paket perlengkapan sekolah (school kit), yang disalurkan ke lokasi-lokasi terdampak di Flores. Bantuan ini ditujukan agar kegiatan belajar mengajar dapat terus berjalan meski sejumlah bangunan pendidikan belum dapat digunakan secara normal.
Jajaran Kemenag NTT menyebut penyaluran bantuan telah menjangkau sedikitnya enam wilayah kabupaten terdampak, yakni Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga di wilayah tersebut masih berlangsung seiring masa tanggap darurat.
Konteks pendataan kerusakan
Pencatatan 509 rumah ibadah rusak merupakan bagian dari upaya Kemenag NTT menginventarisasi dampak gempa terhadap fasilitas keagamaan dan pendidikan, serta kantor dan rumah ASN di Flores. Laporan resmi menyebut data masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah verifikasi lapangan selesai.
Fransiskus menyampaikan bahwa perubahan tingkat kerusakan bangunan sangat mungkin terjadi karena gempa susulan. Pemerintah pusat dan daerah menggunakan hasil pendataan ini sebagai dasar penyaluran bantuan tanggap darurat dan perencanaan rehabilitasi lebih lanjut.
Sumber
- Detikcom – "509 Rumah Ibadah Rusak Akibat Gempa Flores"
- Media Indonesia – "Gempa Flores Rusak 509 Rumah Ibadah, Kemenag Gerak Cepat Turun Tangan"
- Tribun Kupang – "509 Rumah Ibadah Rusak, Menag Pastikan Bantuan Lintas Agama Mengalir"
- RRI – "Menteri Agama Serahkan Bantuan Rp3 Miliar untuk Korban Gempa Flores"
- Metro TV – "Kemenag Salurkan Rp3 Miliar untuk Korban Gempa Flores"
- Kabarsulut.id – "Bantuan Rp3 Miliar dan 16 Tenda Sekolah Darurat Disalurkan Menag saat Tinjau Gempa Flores"
- TVRI News – "Menag Salurkan Bantuan Rp3 Miliar untuk Korban Gempa Flores"
Berita berikutnya
Kemenag Siapkan Ruang Belajar Darurat dan Bantuan Rp3 Miliar di Flores
Kementerian Agama menyalurkan bantuan tanggap darurat Rp3 miliar untuk warga dan lembaga pendidikan terdampak gempa di Flores, NTT.
Baca juga



