Kemenag Siapkan Ruang Belajar Darurat dan Bantuan Rp3 Miliar di Flores
Kementerian Agama menyalurkan bantuan tanggap darurat Rp3 miliar untuk warga dan lembaga pendidikan terdampak gempa di Flores, NTT.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Agama menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, melalui kunjungan Menteri Agama Nasaruddin Umar ke fasilitas pendidikan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis, 3 September 2026.
Bantuan tersebut mencakup dukungan pemenuhan kebutuhan dasar warga serta pemulihan layanan pendidikan dan lembaga keagamaan di wilayah terdampak. Selain dana tanggap darurat, Kementerian Agama menyiapkan Temporary Learning Space atau ruang belajar sementara agar proses belajar mengajar di madrasah tetap berjalan.
Menurut laporan Metro TV, Kementerian Agama menyediakan 16 ruang belajar darurat dan 100 paket perlengkapan sekolah bagi siswa yang terdampak gempa. KabarSulut.id menyebut ruang belajar darurat itu disiagakan di lokasi terdampak untuk memastikan kegiatan belajar tidak terhenti.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT, Fransiskus Kariyanto, menyatakan pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan dilakukan di enam wilayah, yaitu Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Bantuan diarahkan kepada madrasah dan lembaga keagamaan lintas agama, termasuk gereja, masjid, rumah ibadah lain, serta unit kerja Kementerian Agama yang terdampak gempa.
Sejumlah media nasional melaporkan bahwa Kementerian Agama juga menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah atau school kit untuk mendukung keberlangsungan pendidikan siswa di madrasah terdampak. Data sementara menunjukkan setidaknya 72 madrasah terdampak gempa, dengan bantuan awal difokuskan pada 15 madrasah yang mengalami kerusakan paling berat.
Pembelajaran tetap berlangsung di tenda
Salah satu lokasi yang dikunjungi Menteri Agama adalah MTsN 2 Manggarai Barat. RRI melaporkan bahwa di madrasah tersebut sejumlah bangunan dan ruang belajar mengalami kerusakan sehingga tidak seluruh kelas dapat digunakan. Di tengah keterbatasan, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung.
Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran di bawah tenda darurat yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama sebagai ruang pembelajaran sementara. Ruang belajar darurat dan tenda ini dimanfaatkan agar proses pendidikan tetap berjalan sembari menunggu perbaikan fasilitas permanen.
Dalam kunjungan ke MTsN 2 Manggarai Barat, Menteri Agama didampingi pejabat Kementerian Agama dan menerima penjelasan pimpinan madrasah mengenai kondisi sarana pendidikan yang terdampak. Pada kesempatan itu, bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional diserahkan kepada 100 siswa dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu.
KabarSulut.id menyebut Kementerian Agama juga memberikan santunan kepada keluarga siswa madrasah yang meninggal dunia akibat gempa. Bentuk santunan kepada peserta didik dan guru yang meninggal dan terluka akibat gempa di Flores juga dijelaskan dalam rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menyebut pemberian santunan dan bantuan bagi korban di lingkungan pendidikan.
Kerusakan fasilitas pendidikan dan keagamaan
Bantuan Rp3 miliar dari Kementerian Agama pada tahap tanggap darurat diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga dan dukungan terhadap lembaga keagamaan, bukan untuk pembangunan kembali bangunan yang rusak. Dukungan ini berjalan paralel dengan program kementerian lain, seperti ruang kelas sementara yang disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bagi sekolah terdampak.
Di Manggarai Barat, Kantor Kementerian Agama setempat juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk perbankan dan perusahaan, untuk menyediakan terpal dan perlengkapan lain guna mendukung tenda belajar dan ruang kelas tambahan di madrasah yang sarana pendidikannya terdampak gempa. Langkah ini diarahkan untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan dan memastikan guru serta siswa dapat belajar dalam kondisi yang lebih aman.
Sumber
Berita berikutnya
Dinkes Catat 493 Kasus Diare di Manggarai Barat
Dinas Kesehatan Manggarai Barat mencatat 493 kasus diare di berbagai fasilitas kesehatan hingga awal September 2026. Pemeriksaan air di wilayah kerja…
Baca juga




