Gempa M5,2 Guncang Manggarai, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa tektonik bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah sekitar Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 8 September 2026 siang. BMKG menyatakan gempa berpusat di laut itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah sekitar Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 8 September 2026 siang.
Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dimuat dalam laman resminya, gempa terjadi pukul 11.40.29 WIB dengan pusat gempa di laut pada jarak sekitar 60 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.
Parameter Gempa Menurut BMKG
Dalam keterangan di situs BMKG tentang gempa tektonik di wilayah Manggarai Timur, lembaga itu menjelaskan bahwa episenter gempa berada di laut pada koordinat sekitar 8,08–8,11 derajat lintang selatan dan 120,56–120,59 derajat bujur timur.
BMKG menyebut hasil analisis menunjukkan magnitudo awal M 5,2 dengan kedalaman 10 kilometer, kemudian diperbarui menjadi M 5,1 tanpa mengubah lokasi episenter dan kedalaman.
Gempa dikategorikan sebagai gempa tektonik di zona Flores dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami setelah dilakukan pemodelan.
Laporan Media Nasional
Sejumlah media nasional memberitakan gempa tersebut dengan mengutip data BMKG.
Media televisi daring melaporkan gempa magnitudo 5,2 mengguncang wilayah 60 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer, dan menegaskan bahwa BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Media lain yang mengutip pernyataan BMKG melalui kanal resmi menyampaikan bahwa hingga waktu publikasi tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Dampak dan Imbauan
Dalam rilis dan pemberitaan yang mengacu pada BMKG, belum tercantum rincian tingkat guncangan di permukaan (skala intensitas), wilayah yang merasakan gempa secara spesifik, maupun data kerusakan bangunan atau korban.
BMKG dalam keterangannya meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait, dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Warga di wilayah Manggarai dan sekitarnya disarankan memantau pembaruan dari BMKG dan pemerintah daerah jika terjadi gempa susulan atau perkembangan situasi di lapangan.
Sumber
- BMKG – Gempa Bumi M5,2 – 60 km BaratLaut Manggarai Timur NTT
- MetroTVNews – Manggarai Timur Diguncang Gempa Magnitudo 5,2, Tidak Berpotensi Tsunami
- RCTI+ / iNews.id – Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
- Okezone News – Gempa M5,2 Guncang Manggarai NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
- Liputan6 – Gempa Magnitudo 5,2 Guncang 60 km Timur Laut Ruteng-Manggarai NTT
Berita berikutnya
Kemenkes Terjunkan 160 Tenaga Cadangan Kesehatan untuk Pemulihan Psikososial NTT
Kementerian Kesehatan mengirim 160 Tenaga Cadangan Kesehatan Batch 2 ke empat kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

