Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Gempa M5,2 Guncang Manggarai, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa tektonik bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah sekitar Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 8 September 2026 siang. BMKG menyatakan gempa berpusat di laut itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Labuan BajoGempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah sekitar Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 8 September 2026 siang.

Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dimuat dalam laman resminya, gempa terjadi pukul 11.40.29 WIB dengan pusat gempa di laut pada jarak sekitar 60 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.

Parameter Gempa Menurut BMKG

Dalam keterangan di situs BMKG tentang gempa tektonik di wilayah Manggarai Timur, lembaga itu menjelaskan bahwa episenter gempa berada di laut pada koordinat sekitar 8,08–8,11 derajat lintang selatan dan 120,56–120,59 derajat bujur timur.

BMKG menyebut hasil analisis menunjukkan magnitudo awal M 5,2 dengan kedalaman 10 kilometer, kemudian diperbarui menjadi M 5,1 tanpa mengubah lokasi episenter dan kedalaman.

Gempa dikategorikan sebagai gempa tektonik di zona Flores dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami setelah dilakukan pemodelan.

Laporan Media Nasional

Sejumlah media nasional memberitakan gempa tersebut dengan mengutip data BMKG.

Media televisi daring melaporkan gempa magnitudo 5,2 mengguncang wilayah 60 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer, dan menegaskan bahwa BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Media lain yang mengutip pernyataan BMKG melalui kanal resmi menyampaikan bahwa hingga waktu publikasi tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Dampak dan Imbauan

Dalam rilis dan pemberitaan yang mengacu pada BMKG, belum tercantum rincian tingkat guncangan di permukaan (skala intensitas), wilayah yang merasakan gempa secara spesifik, maupun data kerusakan bangunan atau korban.

BMKG dalam keterangannya meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait, dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga di wilayah Manggarai dan sekitarnya disarankan memantau pembaruan dari BMKG dan pemerintah daerah jika terjadi gempa susulan atau perkembangan situasi di lapangan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.