Kabar Labuan Bajo

Rabu, 14 Oktober 2026

Bank Sampah G-Lingko Kelola 1,93 Ton Sampah di Labuan Bajo

Bank Sampah G-Lingko di Labuan Bajo mengelola 1,93 ton sampah sejak akhir Juni 2026. Bank ini memiliki 97 nasabah dan menerima sekitar 10 jenis sampah bernilai ekonomi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan kaleng aluminium bekas dan tutup kaleng yang dipilah untuk didaur ulang.
Ilustrasi: Tumpukan kaleng aluminium bekas dan tutup kaleng yang dipilah untuk didaur ulang. · Foto: cottonbro studio / Pexels

Labuan Bajo — Bank Sampah G-Lingko di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manggarai Barat telah mengelola 1,93 ton sampah sejak mulai mengumpulkan sampah pada akhir Juni 2026. Bank sampah ini diresmikan pada 7 September 2026 dan kini memiliki 97 nasabah.

Bank Sampah G-Lingko menerima sekitar 10 jenis sampah bernilai ekonomi. Material yang dikumpulkan antara lain botol kaca, botol plastik, dan kaleng aluminium. Sebagian besar nasabah berasal dari lingkungan DLH Manggarai Barat.

Program ini berawal dari inisiatif kegiatan Laksar yang mendorong penerapan konsep eco-office atau kantor ramah lingkungan. Pengelolaan sampah kemudian diarahkan untuk mengubah material yang biasanya dibuang menjadi sumber nilai ekonomi.

Pengelolaan sampah Labuan Bajo mulai punya nilai ekonomi

Bagi warga dan pelaku usaha di Labuan Bajo, keberadaan bank sampah memberi jalur pengumpulan yang lebih teratur untuk sampah yang masih dapat dipilah dan dijual. Model ini juga memperlihatkan bahwa pengurangan sampah dapat berjalan melalui lembaga daerah, bukan hanya melalui kegiatan bersih-bersih sesaat.

Namun, jangkauan program belum merata. Nasabah saat ini mayoritas merupakan pegawai, tenaga harian lepas, sopir, petugas kebersihan jalan, dan pekerja lapangan DLH Manggarai Barat. Dukungan United Nations Development Programme (UNDP) dan PT Catra Indonesia melalui Duitin turut disebut dalam peresmian Bank Sampah G-Lingko.

RRI melaporkan bank sampah ini dikelola DLH Kabupaten Manggarai Barat dan menerima sekitar 10 jenis sampah bernilai ekonomi. Laporan tersebut juga menyebut pengumpulan dimulai pada akhir Juni 2026, peresmian berlangsung pada 7 September 2026, serta total sampah yang dikelola mencapai 1,93 ton dengan 97 nasabah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.