DLHP Manggarai Barat Tekankan Kebersihan Labuan Bajo sebagai Investasi Wisata
Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manggarai Barat mengajak warga dan pelaku wisata menjadikan sampah sebagai persoalan bersama.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat mengajak warga dan pelaku pariwisata menjadikan sampah sebagai persoalan bersama dan menjaga kebersihan perairan Labuan Bajo.
Dalam wawancara dengan kanal resmi Info Mabar pada Jumat, 14 Februari 2025, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manggarai Barat, Vinsen Gande, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah bagian dari investasi pariwisata karena langsung berkaitan dengan kenyamanan wisatawan dan kesehatan masyarakat setempat.
Menurut Gande, sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, terutama di kawasan kota Labuan Bajo yang menjadi destinasi wisata utama.
Imbauan jaga kebersihan dan kerja bakti ASN
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan mengimbau warga dan pelaku usaha wisata untuk tidak membuang sampah ke perairan serta memanfaatkan fasilitas pembuangan yang disediakan di darat.
Imbauan ini disertai kegiatan kerja bakti yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) pada 14 Februari 2025 di sejumlah titik dalam kota Labuan Bajo, termasuk Waterfront City, bantaran kali, kawasan perempatan jalan utama, dan Pantai Pede.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak pagi dan menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Manggarai Barat ke-22, dengan fokus membersihkan sampah di ruang publik dan kawasan wisata.
Pengelolaan sampah dan TPA Warloka
Sejumlah pernyataan resmi pemerintah daerah dan laporan media lokal pada 2025–2026 menunjukkan bahwa volume sampah di Labuan Bajo dan sekitarnya meningkat seiring perkembangan pariwisata.
Dalam laporan media lokal pada Agustus 2025, timbunan sampah di Labuan Bajo disebut mencapai sekitar 51 ribu ton per tahun, dengan sekitar 30 persen berasal dari hotel, restoran, dan kafe di kawasan wisata.
Pemerintah daerah menyatakan kekhawatiran terhadap kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Warloka yang menampung sampah dari Labuan Bajo, seiring bertambahnya timbunan sampah dan aktivitas ekonomi di kota.
Pada 2026, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertanahan Manggarai Barat, Vinsensius Gande, memaparkan bahwa timbulan sampah di kabupaten mencapai lebih dari 147 ton per hari pada 2025, dengan sebagian di antaranya berhasil ditangani melalui pengangkutan ke TPA, fasilitas TPST, TPS3R, dan bank sampah.
Kebersihan sebagai investasi pariwisata
Dalam pernyataan kepada kanal Info Publik dan Info Mabar, Gande menekankan bahwa kebersihan lingkungan di Labuan Bajo berkaitan langsung dengan citra destinasi dan keberlanjutan kunjungan wisatawan.
Ia mengajak masyarakat, pelaku usaha pariwisata, dan pemilik kapal wisata untuk menjaga kebersihan laut dan pesisir, serta memperlakukan sampah sebagai “musuh bersama” yang harus ditangani melalui kolaborasi pemerintah dan warga.
Upaya pengurangan sampah laut antara lain dilakukan dengan penambahan fasilitas tempat sampah di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo dan penegasan komitmen kapal wisata untuk membuang sampah di lokasi yang telah disediakan.
Sejumlah laporan lain pada 2025–2026 menunjukkan bahwa pemerintah daerah mengaitkan kebersihan kota dan pesisir Labuan Bajo dengan target penghargaan Adipura dan penguatan regulasi pengurangan plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah melalui TPST berkapasitas puluhan ton per hari.
Meski berbagai upaya telah dijalankan, media lokal dan nasional mencatat persoalan sampah di pesisir dan pulau-pulau sekitar Labuan Bajo masih menjadi tantangan, termasuk sampah plastik yang diduga berasal dari kapal wisata dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Sumber
Berita berikutnya

Pemkab Manggarai Barat Dorong Agen Perjalanan Buka Kantor di Labuan Bajo
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong agen perjalanan wisata memiliki kantor resmi di Labuan Bajo.
Baca juga




