Atlet Flores Berebut Medali Kempo di POPDA NTT
Sebanyak 266 atlet kempo dari 17 kabupaten-kota mengikuti POPDA VIII NTT di Kota Kupang. Atlet dari sejumlah kabupaten di Flores turut memperebutkan 136 medali.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Kupang — Sebanyak 266 atlet Shorinji Kempo dari 17 kabupaten-kota se-Nusa Tenggara Timur mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII di Kota Kupang pada 22-26 Oktober 2026. Atlet dari Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat termasuk peserta yang bertanding pada ajang ini.
Para atlet kempo memperebutkan 136 keping medali selama kompetisi. Rinciannya terdiri dari 40 emas, 40 perak, dan 56 perunggu. Pertandingan kempo berlangsung dalam rangkaian POPDA yang diikuti pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur.
Keikutsertaan Atlet Flores Membuka Akses Prestasi Pelajar
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah Flores, keikutsertaan Manggarai Barat bersama kabupaten lain menunjukkan adanya wakil daerah dalam kompetisi olahraga pelajar tingkat provinsi. Daftar peserta juga mencakup Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, dan Manggarai Timur.
POPDA VIII NTT mempertandingkan sejumlah cabang olahraga. Kempo menjadi salah satu cabang yang berlangsung di antara cabang lain seperti atletik, kriket, karate, pencak silat, taekwondo, dan wushu. Lokasi kegiatan berpusat di beberapa venue di Kota Kupang, termasuk Arena Sport Center Oepoi Kupang, Lapangan Sepak Bola Unwira Kupang, dan Gedung Center Education Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pelaksanaan cabang kempo disebut berlangsung selama lima hari, sejak 23-26 Oktober 2026, sementara rangkaian POPDA VIII berlangsung pada 22-26 Oktober 2026. Kejuaraan ini menjadi ruang bagi atlet pelajar dari daerah-daerah Nusa Tenggara Timur untuk menunjukkan kemampuan dan mengejar medali di tingkat provinsi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Mengapa lokasi perkara belum cukup membaca TPPO di Maumere
Perkara dugaan TPPO di Maumere melibatkan 13 perempuan dari Jawa Barat dan Jakarta. Analisis ini menelusuri mengapa lokasi perkara belum cukup menjela…
Terbaru di Flores Raya

Baca juga




