Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Bupati Sikka Minta Presiden Usut Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta Presiden Prabowo, Panglima TNI, dan Kapolri memastikan penanganan terbuka dan transparan atas penembakan tiga ASN Pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Papua Pegunungan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, dan Kapolri memastikan penanganan terbuka dan transparan atas penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Papua Pegunungan pada Rabu, 9 September 2026. Salah satu korban, Alfonsius Albinus Meha, merupakan warga Kabupaten Sikka.

Permintaan itu disampaikan Juventus saat mendatangi rumah duka keluarga Alfonsius di Sikka, Jumat, 11 September 2026, sebagaimana diberitakan Florespedia dan Tirto.id. Menurut dia, pemerintah pusat perlu turun tangan dan menjamin proses pengusutan dilakukan secara tuntas.

“Dan negara tidak boleh takut! Kami minta Pak Presiden, Pak Prabowo Subianto, Bapak Panglima TNI, Bapak Kapolri, kami minta penanganan secara terbuka, transparan, penyelesaian secara transparan,” kata Juventus dalam pernyataannya, dikutip Florespedia dan Tirto.id.

Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

Penembakan yang menewaskan tiga ASN itu terjadi di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 15.53 WIT, menurut keterangan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo yang diberitakan RRI dan sejumlah media nasional.

Ketiga korban adalah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya Aprida Rapi (49), dokter hewan Alfonsius Albinus Meha (35), dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Dinas Pertanian Jayawijaya, Willi Mbuik (25). Identitas para korban dibenarkan Kementerian Pertanian, menurut laporan RRI dan media lain.

Rombongan ASN tersebut sedang menjalankan tugas dinas meninjau kegiatan cetak sawah dan mengantar bantuan ternak di Distrik Muliama. Sejumlah laporan menyebut mereka ditembak dalam perjalanan kembali ke Wamena setelah selesai meninjau lokasi.

Yusuf Sutejo menjelaskan, Willi Mbuik mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan dan sempat dievakuasi ke RSUD Wamena sebelum meninggal dunia. Aprida Rapi mengalami luka tembak di perut dan meninggal di lokasi kejadian. Alfonsius Albinus Meha mengalami luka tembak di bagian belakang kepala dan tangan kiri dan juga meninggal di lokasi, menurut laporan RRI.

Sejumlah pemberitaan menyebut pelaku sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Papua Pegunungan. Dalam laporan lain, aparat keamanan mengaitkan penembakan tersebut dengan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan TPNPB. Namun detail penyidikan lebih lanjut belum dipublikasikan secara lengkap.

Desakan dari Sikka

Juventus Prima Yoris Kago menyatakan duka mendalam atas kematian Alfonsius dan dua rekan kerjanya. Menurut laporan Florespedia dan Tirto.id, ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki kemampuan untuk menangani kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan terhadap warga sipil maupun ASN.

Dalam pernyataannya di rumah duka, Juventus menyebut penembakan para ASN tersebut sebagai persoalan yang tidak boleh dibiarkan berlarut. Ia meminta agar negara tidak kalah dalam menghadapi kelompok bersenjata dan agar penanganan kasus dilakukan secara terbuka.

Juventus juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah, keluarga korban, dan masyarakat berharap kasus ini diusut hingga tuntas. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga Nusa Tenggara Timur yang bekerja dan berdinas di luar daerah, termasuk di Papua.

Desakan dari Sikka menambah deretan suara dari keluarga, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat yang meminta penembakan tiga ASN Jayawijaya diungkap secara terang, pelaku ditangkap, dan proses hukum berjalan sampai selesai.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.