BNPB Catat 135 Korban Meninggal akibat Gempa NTT
BNPB mencatat 135 orang meninggal akibat dampak gempa NTT hingga 10 September 2026. Kerusakan rumah mencapai 98.986 unit, dengan 26.089 rusak berat.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 1 menit baca
Labuan Bajo — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 135 orang meninggal akibat rangkaian dampak gempa Nusa Tenggara Timur hingga Kamis, 10 September 2026. Sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung, sedangkan 87 orang lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung.
Data BNPB yang dikutip dalam laporan RRI dan detikNews juga mencatat 98.986 rumah warga mengalami kerusakan. Rinciannya, 26.089 rumah rusak berat, 22.505 rumah rusak sedang, dan 50.392 rumah rusak ringan.
Data gempa penting bagi Manggarai Barat
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah Manggarai Barat, angka ini memberi gambaran skala dampak bencana di NTT. Data tersebut dapat menjadi rujukan untuk memahami kebutuhan penanganan rumah warga dan membedakan korban yang terdampak langsung dari korban akibat dampak tidak langsung.
Laporan detikNews menyebut BNPB juga mencatat 1.762 orang mengalami luka-luka dan 60.572 warga terpaksa mengungsi. Kerusakan fasilitas umum meliputi 712 fasilitas pendidikan, 620 tempat ibadah, 157 fasilitas kesehatan, 663 unit kantor, 175 titik jalan, dan 47 fasilitas irigasi.
RRI melaporkan angka korban dan kerusakan tersebut berdasarkan data BNPB sampai Kamis, 10 September 2026. Laporan RRI dan detikNews sama-sama menyebut pembagian 48 kematian akibat dampak langsung serta 87 kematian akibat dampak tidak langsung.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores Raya
Gempa Magnitudo 5,3 di Manggarai Timur Dirasakan hingga Labuan Bajo
BMKG mencatat gempa magnitudo 5,3 di Manggarai Timur pada 21 September 2026. Getaran dirasakan hingga Labuan Bajo, tetapi gempa berkedalaman 10 kilome…
Terbaru di Data Mabar

Baca juga





