Kabar Labuan Bajo

Rabu, 23 September 2026

BMKG Waspadai Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Komodo

BMKG memasukkan perairan Taman Nasional Komodo, Selat Sape bagian selatan, dan Perairan Flores bagian selatan dalam prakiraan gelombang 1,25 hingga 2,5 meter hingga 22 September 2026 pukul 08.00 WITA.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ombak laut berbusa putih menghantam tebing bebatuan hitam di tepi pantai.
Ilustrasi: Ombak laut berbusa putih menghantam tebing bebatuan hitam di tepi pantai. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Labuan Bajo — Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang terbit Senin, 21 September 2026, mencantumkan perairan Taman Nasional Komodo sebagai wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter. Informasi itu berlaku mulai 21 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga Selasa, 22 September 2026 pukul 08.00 WITA.

BMKG Tenau-Kupang menyebut potensi gelombang serupa juga berada di Selat Sape bagian selatan dan Perairan Flores bagian selatan. Daftar wilayah lain dalam laporan tersebut mencakup Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, serta Selat Ombai.

Peringatan ini berkaitan dengan keselamatan pelayaran dan aktivitas laut. Kapal wisata yang bergerak dari Labuan Bajo menuju kawasan Taman Nasional Komodo perlu memperhatikan masa berlaku prakiraan, terutama saat melintasi perairan terbuka dan selat.

Gelombang hingga 2,5 meter perlu diperhitungkan dalam perjalanan ke Komodo

Risiko tidak hanya dicatat untuk perairan sekitar taman nasional. BMKG juga mencantumkan Perairan Sabu-Raijua, perairan utara dan timur NTT, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, dan Perairan Selatan Timor-Rote sebagai wilayah yang berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian serupa.

RRI melaporkan prakiraan tersebut sebagai peringatan BMKG Tenau-Kupang untuk wilayah perairan Nusa Tenggara Timur pada 21–22 September 2026. Laporan Tribunnews yang terbit pada Senin, 21 September 2026, juga menyebut masa berlaku mulai 21 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga Selasa, 22 September 2026 pukul 08.00 WITA, serta memasukkan perairan Taman Nasional Komodo dalam daftar wilayah berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter.

Dengan demikian, informasi utama bagi pelaku pelayaran dari Labuan Bajo adalah periode waktunya dan lokasi yang disebut BMKG: perairan Taman Nasional Komodo, Selat Sape bagian selatan, serta Perairan Flores bagian selatan. Tidak ada informasi penutupan jalur atau penghentian pelayaran dalam laporan yang digunakan untuk berita ini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.