BMKG Prakirakan Gelombang 2,8 Meter di Selatan NTT
BMKG memprakirakan gelombang 2,8 meter di Samudra Hindia selatan NTT pada 9 September 2026. Kondisi ini dinilai berisiko bagi pelayaran wisata dan mendorong kewaspadaan operator kapal di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang setinggi 2,8 meter di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 9 September 2026 pukul 00.00 WITA. Pada waktu yang sama, BMKG mencatat angin bertiup dari timur laut dengan kecepatan 10 knot dan hembusan hingga 18 knot.
Dalam laman prakiraan cuaca perairan BMKG, kondisi itu diberi keterangan potensi gelombang tinggi. BMKG juga mengimbau pengguna laut berhati-hati dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Prakiraan tersebut berlaku untuk periode 9 September 2026 pukul 00.00 sampai 12 September 2026 pukul 00.00 WITA. Pada pembaruan berikutnya, BMKG menunjukkan gelombang di wilayah yang sama sempat turun bertahap ke kisaran 2,4 meter pada 10 September, lalu 2,3 meter pada awal 11 September.
Implikasi bagi pelayaran wisata
Angka 2,8 meter tidak otomatis berarti seluruh pelayaran wisata di NTT harus dihentikan. Dampaknya bergantung pada rute, jenis kapal, kondisi awak, dan keputusan otoritas pelayaran.
Namun, prakiraan itu menandakan laut sedang berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai, terutama oleh kapal kecil dan perahu terbuka. Hembusan angin yang lebih kuat dari kecepatan rata-rata juga dapat mengubah kondisi pelayaran dalam waktu singkat.
BMKG mencantumkan arus bergerak ke selatan dengan kecepatan sekitar 1,1 knot pada awal periode prakiraan. Cuaca di lokasi itu tercatat berawan tebal, dengan suhu 26 derajat Celsius dan kelembapan 77 persen.
Bagi wisatawan, pemeriksaan prakiraan terbaru sebelum berangkat tetap penting. Operator kapal perlu memastikan rute yang ditempuh berada di wilayah yang sama dengan prakiraan BMKG dan menyesuaikan keputusan dengan kondisi aktual di lapangan.
Pada periode yang sama, sejumlah media melaporkan otoritas pelabuhan di Labuan Bajo juga mengambil langkah pengamanan pelayaran wisata menyusul peringatan cuaca maritim dari BMKG. Langkah itu menunjukkan bahwa gelombang tinggi di selatan NTT ikut memengaruhi pengaturan pelayaran di kawasan wisata Manggarai Barat.
Periode pantauan BMKG
Laman BMKG menampilkan prakiraan per jam untuk Samudra Hindia selatan NTT selama tiga hari. Pada 10 September, gelombang berada di kisaran 2,4 sampai 2,5 meter, sementara pada 11 September turun ke kisaran 2,3 meter pada awal hari.
Perubahan itu menunjukkan kondisi laut bersifat dinamis. Karena itu, pembacaan awal BMKG perlu diperbarui menjelang keberangkatan, terutama untuk pelayaran yang melintasi perairan terbuka di selatan NTT.
Sumber
Berita berikutnya
Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Hanita 9.000 Meter Persegi
Program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Hanita, Manggarai Barat, berlangsung 2024–2026 dengan area intervensi sekitar 9.000 meter persegi.
Baca juga




